Nasihat kehidupan

Fauzan Mauludi
Karya Fauzan Mauludi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 07 Juni 2017
Nasihat kehidupan

Kita buka, 

Tekanan itu berbaring lurus degan gaya. 

Jadi kalo hidup kita banyak tekanan berarti kita kebanyakan gaya. 

Kata-kata demikian aku dapat ketika sedang iseng membongkar dan melihat foto-foto yang sudah lama tersimpan di galeri ponselku. 

Yap,  aku sempat berpikir bahwa kata-kata demikian tiada salahnya,  pada faktanya ilmu eksak selalu mengungguli dan memberikan teori kehidupan. 

Dalam kamus kehidupan memang demikian,  gak ada sejarahnya orang yang banyak gaya,  orang yang ngegedein gensinya,  orang yang terlalu santai dalam hidupnya,  dengan kehidupan yang datar-datar saja akan menjadi orang hebat nantinya. 

Orang hebat?  

Hmmmp,  nampaknya semua orang mau. 

Jangankan aku,  kamu atau kita,  mereka yang gilapun sebenarnya ingin menjadi orang hebat. 

Dalam hidup terkadang memang ada saja yang tak harus kita pikirkan,  tidak harus kita ambil pusing,  kadang semuanya hanya perlu kita nikmati dengan kepala yang dingin. 

Ya,  hidup selalu saja menghadirkan dan melahirkan segla tada tanya kehidupan tentang masa depan yang menjadi misteri. 

Kadang orang b pintar belum tentu menjamin sukses,  orang yang berpendidikan belum tentu bisa menjadi orang hebat,  kadang semua itu fatamorgana,  kadang semua itu hanya formalitas saja. 

Banyak contohnya,  mark zuckberg,  bob sadino,  atau tokoh-tokoh lainnya, mereka tidak sekolah, tapi lihat kehidupannya,  mereka mejadi boss di perusahaan yang mereka dirikan secara independen, NGO. 

NON GOVERMENT ORGANITATION. 

Kadang yag harus kita perbaiki disampig karir dan pendidikan adalah hubungan kita dengan sang pencipta kehidupan. 

Baru saja aku melantukan sebuah do'a yang tersusun secara puitis sekaligus romantis. 

Sebab bagiku,  romantis dan puitis itu tidak harus selalu dengan pasangan,  pacar,  atau dengan wanita. 

Kadang lebih memprioritaskannya pada penciptaku,  melampiaskannya dengan tersendu-sendu. 

Mengapa?  Kadang berpikir bahwa aku masih mempunyai tanggungan,  harus lebih banyak meminta dan berteriak Kasih dengan nikmat tiada terhingga. 

Malam ini suara lantunan al-qur'an dari setiap pelosok kampung dan surau-surau mengalunkan suara yang Indah,  suasana ini membuatku tenang sekaligus ngantuk.

Tapi siapa yang trga melewatkan malam tanpa faidah,  melewatkan waktu yang allah sendiri yang memaktubkannya dalam al-qu'an, sepertiga malam dimana Rahmat tersebar bebas,  pahala di obral dan segala kebaikan menghiasi hati setiap makhluk bersama manusia. 

Tuhan,  malam ini aku kebalj bersujud padamu,  aku mohon sembuhkanlah hati yang lalai ini,  mulailah lagi dengan memperbaikinya walaupun tidak secara sekaligus,  berikanlah hidayah untukku supaya merasakan nikmatnya lagi bercumbu rayu denganmu,  membaca kitab sucimubdengan khidmatnya,  sujud dwnga segala kerendahannya sebab tiada dua nikmat yang ada di dunia ini selain menghadapmu dengan ibadah. 

Do'a tersebut aku langitkan di atas sajadah hijau,  aku melakukannya semata-mata karna aku memang rindu. 

Tuhan,  aku mempertaruhkan kehidupan,  bantulah aku dengan segala kebaikanmu,  dan aku mohon jadilah tuhan yang aha bertanggung jawab. 

Atau apa saja,  kalian boleh menambahkannya,  jadilah orang yang puitis sekaligus romantis,  percayalah itu akan melatihmu intuk belajar meminta. 

Singkarkan egomu,  perbaiki sikapmu, benahi ibadah dan do'amu pada allah.

Jangan menjadi orang yang seperti di tulis pada slogan di atas. 

Tekanan itu berbanding lurus dengan gaya,  jadi kalo gak mau bayak tekanan tolong kendalikan diri jangan kebanyakan gaya.  Bahaya. 

Be positive lah.  Dan selamat menjalani kehidupan,  libatkan nafasmu untuk segala kebaikan,  yaaa,  untuk apa saja yang penting kebaikan. 

 

  • view 88