Untuk sahabat

Fauzan Mauludi
Karya Fauzan Mauludi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 Oktober 2016
Untuk sahabat

Sebelumnya, selamat berpetualang dalam lautan dan bahtera yang baru.

Tulisan ini sengaja aku tunjukan untuk kalian semua yang telah membersamaiku dalam petualangan memenuhi kewajiban, untuk kalian yang kini menjelma menjadi aku dalam tulisan ini, alangkah hebatnya pencipta kita dalam menskenariokan hidup untuk masing – masing dari kita, tulisan inipun mewakili setiap orang dari kita untuk menyampaikan isi hati lewat tulisan, kita tahu setiap dari kita mempunyai rasa yang ingin di utarakan dibalik kesibukkan kita masing – masing.

Dilain hal, kita semua telah di ciptakan, dan masing – masing dari kita tentu mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki orang lainnya, sadar atau tidak sadar seharusnya kita bisa memanfatkan itu sebaik mungkin.

Apa kabar semua ?

Kita tau, kita sering mengahabiskan waktu bersama, di tempat yang sama, dalam lingkup dan naungan yang sama.

Bukankah kita sadar dan rindu akan masa – masa pakaian gading dan jas hijau yang menjadi ciri khas dari almamater kita?

Berteriak sana – sini, menciptakan keramaian yang barangkali sudah kita tidak bisa ciptakan, membuat onar yang bisa terkenang dalam kawan sejoli di antara kita, membersamai secangkir kopi dan nasi uduk di pagi hari. Apa kabar semua itu?

Atau kita teringat dimana kita sering upacara dan mengeluh dalam kelas dengan pelajaran - pelajaran yang sebenarnya tidak kita hiraukan dan pedulikan?

Diskusi asik, guru yang sering membercandai kita, berwisata dan membuat kenangan yang tentu saja sulit kita lupakan.

Atau kita sibuk dengan masa – masa cinta di kelas? Ah aku tau itu semua menjadi kenangan yang membekas dalam setiap dari kita.

Sadar atau tidak sadar dulu kita sering berkumpul dalam tempo yang lama dan waktu yang tidak terbatas, dulu kita ingin kumpul tinggal teriak kumpul, dulu kita ingin nongkrong tingal menuju basecamp yang sering kita tempati, atau kita menjadikan sekolah sebagai markas dimana kita bsa berkumpul bebas.

Tapi kini setiap dari kita sudah tidak bisa begitu bukan?

Acara wisuda kita menjadi ciri atas perpisahan kita. Ini salah siapa?

Dalam hal ini tidak ada yang perlu disalahkan, ini memang sudah menjadi hukum alam dan sunatullah, kita di biarkan terbang bebas sesuai kendali dan keahlian kita masing-masing da seharusnya kita sadar alah telah memberikan kita tempat yang memang harus kita tempati.

Yang kuliah, maka sibuk dengan kuliahnya, yang pesantren tentu sibuk dengan kesungguhannya, yang bekerja tentu sibuk dengan karirnya, dan lain sebagainya.

Semua itu menjadikan batas dan hijab untuk kita semua, sehinga kita tidak bisa lagi membersamai waktu dengan bebasnya, seharusnya kita sadar kita memang sibuk mengejar impian dari kita masing – masing, seharusnya kita juga sadar untuk lebih bisa mengendalikan diri dan ego yang ada pada setiap dari kita. Tentu sahabat kita semua mempunyai kontrol dari kita masng – masing.

Ada banyak yang sebenarnya ingin aku tuliskan dalam ini semua, tapi entah aku tidak bisa mengutarakannya, jari – jari, serta pemikiranku terlalu merindu tentang kita semua. Barangkali ini sedikit mengobatiku untuk bisa bercengkrama bersama kalian walau hanya tulisan.

Perlu kalian ketahui jangan salahkan setiap dari kita untuk tidak bisa berkumpul bersama lagi, nanti aka ada waktunya kita bisa berkumpul dan saling berpeluk dalam canda dan tawa, percayalah sudah ada yan mempersiapkan itu semua.

Akupun begitu, di sela – sela waktuku aku ingin merindu bersama kalian lewat tulisan ini. Selamat berjuang dan tetaplah bersamaku dalam khayal dan mimpi, semoga kita bisa bertemu lagi dalam dunia nyata untuk saling bertatap mata.

Aku menunggu kalian di pelabuhan yang terbaik dan di puncak ang terbaik.

Semoga angin dan badai tidak bertiup terlalu kencang. Jikapun begitu semoga kita bisa menjadi nahkoda yang ulung untuk mengaasinya.

 

Untuk kalian semua.

Muhmad fauzan mauludi

Pandeglang  25/10/2016 -  20:51 WIB

 

 

  • view 258