Santri dan Pramuka

Fauzan Mauludi
Karya Fauzan Mauludi Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 30 Juli 2016
Santri dan Pramuka

Santri dan Pramuka.

 

Barangkali selalu ada saja cerita di setiap langkah, selalu ada saja kisah dari setiap perjalanan, atau barangkali selalu ada saja pengalman dari setiap perjalanan.
mungkin kata-kata demikian lebih cocok untuk setiap orang yang selalu dan hobi berpergian, berkelana mencari dunia di setiap pelosok antero jagad raya.

Mereka bersatu dengan tanah dan lumpur sawah, bersatu dengan teriakan yang membuat suara mereka menjadi hilang ataupun serak basah, mencari pengalaman sekaligus tittle yang masih harus di asah, kali ini adalah tentang sebuah kisah santri dan pramuka.

Barangkali istilah penggalang, penegak, bantara, laksana atau sejenisnya sudah sangat akrab dengan anak-anak pramuka, tapi di lain sisi bisa kita lihat dengan anak pesantren atau anak pondokkan atau bisa juga santri pramuka, siapa sangka santri-santri di era globalisasi ini selalu dan harus di tuntut oleh zaman yang kedepannya semakin menggila, atau barangkali manusia zaman sekarang lebih di tuntut untuk menjadi manusia yang multitalent atau bisa juga di sebut dengan manusia yang serba bisa.


teruntuk santri, barangkali anak santri yang berada di pesantren-pesantren modern ataupun semi modern tidak selalu saja mengobrak-abrik kitab dan buku pelajaran, karna hal demikian adalah memang sudah wajib harus bisa, ataupun di tuntut bisa karna anak pondok.
keadaan santri di Indonesia masih terus berkembang hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahunnya, walaupun masih banyak juga yang menganggap para sanri adalah manusia teroris, jika ada yang berbicara santri adalah teroris, mungkin dia masih belum banyak tau apa saja yang di pelajari di pesantren.
terlebih santri di ajarkan berjihad degan ilmu, bukan dengan bunuh diri seperti itu, sangat konyol sekali rasanya jika ada orang yang mau menghancurkan dirinya dengan bom bunuh diri, meluluh lantahkan badanya hancur berkeping-keping.
atau mungkin itu hanya alasan dan fitnah saja dari orang-orang luar yang memang ingin mengancurkan dan memecah belah islam?
ah, sudahlah orang yang demikian tidak akan bertahan lama.

Santri dan pramuka, barangkali mereka di zaman sekarang terlebih santri-santri yang berada di pesantren modern ataupun semi modern sudah mengalami fase peningkatan yang cukup hebat, secara pendidikan tekpram atau apapun mereka bisa.
mereka di didik untuk bisa berkreasi, bisa bernyanyi, pede, aktif dan lain sebagainya.
hal ini juga bisa kita lihat di pondok-pondik besar seperti Darussalam gontor, atau latansa rangkasbitung, atau turus pandeglang, atau darunnajah, atau darul arqom garut atau qothrotul falah lebak  atau darul muttaqien bogor dan lain sebagainya.

Tittle atau kemampuan mereka bisa di lihat ketika mereka latihan ataupun mengikuti event-event perlombaan yang biasa di lakukan setiap tahunnya.
atau ketika mereka melakukan perkemahan lokal di pesantrenya sendiri.
mereka di ajarkan untuk berpikir cerdas, cekatan, aktif, dan lain-lain, yang pasti mereka tidak pernah di ajarkan untuk menjadi teroris, dan tidak pernah juga di ajarkan untuk menjadi menusia cengeng seperti kebanyakan saat ini.

“jika dalam hidup aku tidak mengahsilkan ilmu dan karya, lantas apa makna dari umurku ini”

barangkali ini menjadi kata-kata yang biasa di ajarkan atau biasa di pajang di tembok sekolah ataupun gapura pesantren, hal ini di tujukan untuk mereka para santri lebih bisa berpikir lebih luas tentunya.

Mereka di ajarkan untuk peruli terhadap sesama, membantu warga ataupun sekedar bakti soisal di lingkungan masyarakat, mereka di ajarkan untuk toleran dan ramah, mereka samasekali tidak pernah di ajarkan untuk menjadi pemberontak dan teroris, mereka hanya ingin bisa lebih bermanfaat saja untuk umat.

“ khoirunnas ‘anfauhum linnas”
sebaik-baik manusia adalah dia yang bermanfaat bagi yang lain.

itulah mungkin sekilas tentang santri yang aktif di pramuka dan pondoknya.

Silahkan saksikan sendiri, berkunjunglah ke pesantren-pesantren. Semoga allah senantiasa memberkahi dan menaungi lalu mencerahkan hati dan pikiran kita.

Santri adalah masadepan umat, masa depan negri, pejuang, dan para petinggi  nantinya.