Untuk kita dan Indonesia

Fauzan Mauludi
Karya Fauzan Mauludi Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 29 Juli 2016
Untuk kita dan Indonesia

Untuk kita dan Indonesia.

 

Allah  memang selalu adil, bukankah sebuah ketidaksempurnaan hadir untuk saling melengkapi?
perbedaan sebuah metode, system atau apapun, selalu hadir dalam melegkapi sebuah lembaga pendidikan.

Bagaimana tidak? Itu sudah menjadi hukum alam atau bisa di sebut juga sebagai sunnatullah.

Pesantren,

Kebanyakan orang menganggap bahwa orang yang memasuki dunia pesantren adalah orang yang sangat udik, dan jauh dari keberkembangan zaman.kuno.

Orang-orang pesantren atau yang biasa di sebut dengan santri selalu di anggap orang rendahan dan terabaikan, mengapa demikian ?

Ini di sebabkan orang terlalu berpikir dengan realistis dan terlalu eksterimis.
tidak sedikit orang diluaran sana yang menganggap bahwa santri adalah calon para teroris.
bukankah itu adalah salah satu argument yang terlalu memojokan santri sekaligus islam. Mengapa dengan islam?

Kenapa islam yang selalu menjadi bahan omongan di seluruh antero jagad raya, selalu menjadi sebab-akibat atas segala kejadian-kejadian yang berbau kekerasan, atau terorisme atau apapun saja.

Fitnah-fitnah tersebar luas kemana-kemana, padahal islam sangatlah mencintai perdamaian, dan juga selalu menjadi agama yang toleran.
apakah pernah, islam mengusik sebegitu hebatnya agama lain? Jika pernah berarti itu bukan islam.

Kembali membahas mengenai dengan santri.

santri dilahirkan di pesantren, sebuah lembaga yang mengutamakan ajaran-ajaran yang benar dan juga terarah.

Akidah, akhlaq, tassawuf, fiqh, tafsir, hadis, dan lain sebagainya, itu menjadi makanan setiap harinya, seharusnya santrilah yang menjadi garda terdepan dalam mempertahankan Negara.
seharusnya santri lebih di perhatikan oleh semua lembaga pendidikan ataupun tingkatan pemerintahan, seharusnya santri lebih di fasilitasi dan lebih di arahkan.
kita memang sudah terjajah oleh zaman dan teknologi sepertinya. sehingga buta akan segalanya.

Jika saja santri yang hidupnya lebih mandiri, di ajar perih selama di pesantren dan di ajar lebih disiplin di ajar lebih hebat dan diajar selalu menjadi pribadi yang selalu memperhatikan sekitar.

Jika saja semua fasilitas ada dan di dukung oleh semua kalangan, maka akan ada keajaiban dan juga sebuah belas kasih tangan tuhan kepada seluruh warga Negara.

Santri tidak akan kalah saing dengan semua pelajar yang ada di luara sana. Betapa tidak, Indonesia memiliki berjuta-juta orang pintar tapi tidak cerdas, betapa tidak Indonesia memiliki orang-orang cerdas tapi tidak beragama, betapa tidak Indonesia memiliki orang beragama tapi tidak jujur.

Indonesia bukan kekurangan orang pntar, tapi kekurangan orang jujur.

Bukankah Indonesia akan lebih bisa terarah dan maju bila mempunyai pemimpin sekaligus jajaran yang bertittle dan berbasic pesantren, bukankah akan lebih damai bila nantinya  para santri yang berIQ tinggi di jadikan sebagai sarjana lalu di adopsi Negara dan nantinya akan di suruh mengurusi Indonesia, bukankah akan lebih damai dan sejahtera jika pemimpin yang demikian nantinya akan selalu berbaur dan bersingkronisasi dengan para ulama Indonesia dan bahkan dunia?

Lihatlah, betapa banyaknya pesantren yang ada di bumi pertiwi ini, bukankah mereka semua adalah orang-orang yang berjuang di jalan allah?
apakah mereka mempunyai cita-cita untuk lebih bisa menyelamatkan Negara?
mereka punya! Namun mereka selalu terbelakang dan terabaikan.

Setiap pesantren yang mempunyai santri tentunya, tidak akan semua menjadi sosok ulama ataupun kiai.

Sebagian dari mereka tentu mempunyai cita-cita untuk menjadi seorang pejabat.
betapa tidak, jika santri yang sudah mumpuni dalam ilmu agama ataupun umum bisa berkiprah di sayap Negara, bukankah itu juga menjadi solusi cerdas dalam mengurangi korupsi?
jika akan melakukan korupsi santri akan berpikir dan tau apa hukumnya, setidaknya korupsi juga bisa di minimalisir. Ajarkan mereka dalam ilmu pemerintahan ataupun administrasi atau hubungan international atau apapun saja.

Banyak sekali pesantren yang mempunyai santri-santri  cerdas, dengan gagasan ataupun ideologi yang hebat, tapi sayang mereka terbelakang dan terabaikan.

Bukankah setiap pesantren memiiki kelebihan dan kekurangan tersendiri, itu sama layaknya seperti manusia, pasti selalu ada cacat di sela-selanya, harus kita sadari bahwa manusia adalah sosok makhluk yang tidak akan pernah mempunyai nilai sempurna. Bukankah yang sempurna hanyalah alah semata?

Maka dari itu, mari kita saling berinteraksi, bediskusi, saling mendukung, saling bisa mengarahkan, saling bisa memperhatikan dan saling untuk hal lainnya.

Pemerintahpun demikian, semoga santri-santri  ataupun pesantren-pesantren tidak lagi di pandang sebelah mata, semoga pesantren-pesantren juga bisa menghasilkan bibit unggul untuk Negara.
bukan hanya di tuntut saja, tapi fasilitasi dan dukung mereka.
samakan pendidikan mereka. Untuk Indonesia.

 

  • view 215