TENTANG KITA

Fauzan Mauludi
Karya Fauzan Mauludi Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 03 Juli 2016
TENTANG KITA

Tentang kita,

Untuk kita, dan tentang kita, selama apa kita bersatu wahai cinta?
selama apa kita bisa menang melawan gelagat ego ?
lembaran-lembaran surat cintamu masih tersimpan rapih di atas meja belajarku, menghiasi malamku saat aku akan tertidur, aku kadang membacanya dikala rindu.
maaf jika semua tingkahku belakangan ini selalu membuatmu kecewa, maaf karna hatimu tak mau lagi terpaut dengan hatiku, siapa yang harus disalahkan?
aku !
aku masih tak percaya semua akan usai di tengah jalan, aku masih tak percaya ini akan terjadi, dahulu kita membicarakan hal manis dalam mempredeksikan masa depan kita, tapi sekarang hati sudah berbalik.

aku akan tetap bermain bersih, menjalani setiap kisahku, aku masih memperjuangkan proyek masa depanku yang belum pasti,  memperjuangkannya untuk kebahagiaan, entah bersamamu atau siapa.

Aku mengerti, cinta merupakan hak individual dari setiap manusia, kebebasan dalam memilih  pasangan hati bukanlah hal remeh, karna itu akan menyebabkan dan menciptakan bagaimana kehidupan di  masa depan kelak.

wahai hati yang masih bergemuruh, berdamailah…..
aku tak  pernah menganggap bahwa aku geram terhadap dirimu, bahwa aku menyesal mengenalmu, aku tak pernah beranggapan seperti itu, aku sangat beruntung bisa mengisi warna hidupku bersamamu, dengan canda tawa, perjalanan yang membuat hati berbunga, atauapapun aku suka semua tentang kita.

Wahai pikiran, tenanglah……
mungkin aku terlalu tinggi untuk mengaharapkan cintamu, mengaharapkannya abadi bersamaku, menjalaninya berdua dengan sukacita, bersama gelombang hidup yang siap menerpa.
apa kabarmu disana ?
aku rindu menanyakan itu….
lagi apa kamu ?
aku rindu kata-kata itu…
aku rindu tentang hal yang paling terkecil yang pernah kita lewati bersama.

Maaf atas segala kekuranganku yang membuatmu jenuh, bosan, dan  tak nyaman.
 demi dzat yang maha membolak-balikan takdir dan hati, suatu saat,…..
suatu saat jika keinginanku masih engkau genggam untuk bersamanya, jika do’a-do’aku tentangnya masih tergantung di langit ke enam, maka aku masih siap untuk memperbaikinya, aku tak perlu mengharap yang lebih tentang segala keinginanku, aku tak perlu itu !
tapi semoga segala keinginanku senantiasa selaras dengan takdirmu.

Maaf atas segala kelancanganku yang telah membuatmu pergi dariku, segalanya, yaa segalanya.

Demi embun pagi yang berjatuhan dari pucuk dedaunan hijau, demi cahaya mentari pagi yang menerpa semesta, demi buih dilautan luas yang terhampar bebas, demi angin yang berhembus tanpa batas, bantulah aku dalam proses ini.

Kutipan cerita cinta yang tertukar.
salam,

 

  • view 207