CINTA TAK BISA DIPAKSA

Fauzan Mauludi
Karya Fauzan Mauludi Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 11 Juni 2016
CINTA TAK BISA DIPAKSA

CINTA TAK BISA DIPAKSA

"Mengapa kau menjalankan cinta, meski kau tau, nantinya kau tak akan bersama"

"Mengapa kau terus hidup, meski akhirnya kau tau, kau akan mati"

Kata-kata ini aku dapatkan ketika aku menelusuri media sosial facebook, dalam sebuah grup aneka cinta cerita remaja, seolah aku terasa tersindir akan kata-kata ini, semuanya mewakili perasaan yang sedang aku rasakan

Menikmati suasana angin pagi yang merasuk pada tulang,pemandangan sawah yang berpolakan terasering bagaikan tangga kerajaan yang agung, air yang dingin dan burung-burung yang mulai berterbangan menghiasi angkasa pagi

Aku teringat padamu, kamu yang selalu menghantui perasaan dan pikiranku setiap harinya, kau yang pergi dengan sengaja meninggalkanku disini sendiri, aku teringat senyummu yang membuatku rindu, keunikan gigi bawah bagian tengahmu yang sedikit carang, membuat keunikan tersendiri bagiku, kerudungmu yang tergibaskan angin ketika kita jalan berdua dan kau menahannya dengan kedua tanganmu saat itu, cara makanmu, nada bicaramu, pandangan matamu, ah aku rindu semua hal tentangmu, tentang kisah manis kita tentunya

Aku rindu waktu-waktu malam kita lewat telepon, membicarakan hal-hal sepele yang sebenarnya tak penting, membicarakan masa depan kita nantinya, aku sudah mulai berpikir agak dewasa, yang pada nyatanya aku masih terlalu muda untuk dewasa sebenarnya pada waktu itu 

Terpisahkan jarak dan waktu pada mulanya bukanlah masalah besar bagiku, aku lebih mengkhawatirkanmu tentang aku, entah, aku begitu takut memikirkan hal semacam n itu

Aku ingat malam terakhir kita sebelum kau pergi meninggalkanku dengan jarak ratusan kilo meter jauhnya, aku teringat lagu yang kau ajarkan tentang perpisahan ini, tapi aku tau ini adalah perpisahan sementara kan key?

"Aku disini dan kau disana

Kita memandang langit yang sama

Jauh di mata....,

Namun dekat di hati"

Lagu RAN - DEKAT DIHATI, aku teringat semua tentang kita key

Namun seiring berjalannya waktu, kau pergi, kau menghilang ditelan waktu, aku mencarimu sekian lama, aku menemukanmu tapi aku tidak menemukan perasaan yang sama kala itu seperti kita dulu, aku coba memahami takdir tuhan, kau telah berpaling dengan alasan-alasanmu, tapi aku menghargai itu,  karna sesungguhnya cinta memang tak bisa di paksakan

Kejarlah apa yang kau mau dulu key, selagi kau masih bisa berlari dan mengejarnya, kejarlah....

Salam,

 

  • view 152