Taman Syurga

Fauzan Mauludi
Karya Fauzan Mauludi Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 09 Mei 2016
Taman Syurga

TAMAN SYURGA

 

“Subuh ini nampaknya angin begitu menusuk ke dalam tulang,angin yang berhembus menembus kedalam tubuh,nampaknya gravitasi kasur pada subuh ini sangatlah hebat,namun para pejuang subuh terus berkeliaran membangunkan para santri yang sedang asik bermain dalam mimpi,suara pukulan kayu,gayung,ember,gallon terus mengema di mana-mana,ditambah suara tarhim yang mengiang ke seluruh pelosok pondok pesantren,suara indah yang membangkitkan semangat pagi.
“Ayyuhannuaaam quumu lilfalaaah”
suara itu mengayun dengan syahdunya,mengajak para santri untuk segera pergi ke masjid,para pejuang subuh terus berkeliaran berpatroli layaknya polisi yang sedang mengamankan wilayah kekuasaannya,razia tepatnya.
Sedangkan bintang-bintang masih terlihat jelas di atas langit menemani sang rembulan untuk meninggalkan malamnya.
quuum akhii quum quum ilal masjid sur’ah !
suara itu kadang sangat menjengkelkan selalu saja mengganggu kenikmatan tidur tengah lelapnya,namun itulah kewajiban kami para santri untuk meramaikan masjid dan memenuhi panggilan sang kuasa.
Satu persatu para santri keluar dari kamarnya untuk pergi kemasjid,mengenakan sarung yang masih berantakan dengan pakaian yang masih compang-camping ditambah rasa ngantuk yang masih meyelimuti,namun apa daya semua harus di paksakan untuk memenuhi panggilannya.
Patroli sang pejuang subuh masih berkeliaran mengamankan santri yang nantinya nyasar bukannya pergi ke masjid malah ke tempat jemuran,yaah kadang begitulah jika rasa ngantuk terlalu menguasai subuh dan jasmani.
Setelah tarhim selesai mengoyak setiap sudut pesantren kini giliran adzan yang menggugah membangunkan tidur sang pejuang kapuk yang masih erat dengan kasurnya.
“Assholatu khiruminnauum”
Panggilan itu menambah level gebrakan yang di lakukan oleh sang pejuang subuh,mereka semakin ramai melakukan tugas dengan begitu semangat,oh betapa mulianya mereka.
Sedangkan sang kyai sudah berjalan menuju masjid dari rumah yang berjarak sekitar 100 meter,para santri yang melihat sang kyai lewat langsung berbaris rapi dengan takdzimnya,mengikuti kyai dari arah belakang layaknya raja yang memimpin pasukan.
pemandangan ini hanya ada dalam pondok pesantren,rasa hormat takdzim dan takrimnya menjadi ciri khas para santri.
Nampaknya masjid sudah mulai penuh dan sebagian dari mereka sudah berbaris rapi merapatkan shaf dan melaksakan shalat fajar, namun para pejuang subuh masih berkeliaran mencari para santri yang berbelok arah dari kamarnya,tugas mulia.

Sang kyai memberikan intruksi untuk mengumandangkan iqomat dan para santri maju dan merapatkan seluruh shaf,barisan  lakcar para pejuang islam.
Shalat yang diimami oleh sang kyai,suaranya mengayun indah ke setiap ujung tiang masjid,membuat shalat terasa khidmat dan khuyu.
Shalat subuh berjama’ah amalan subuh serta pengajian ba’da subuh,nampaknya hebat sekali  dunia pesantren para penghuninya dididik untuk menjadi orang hebat yang bermartabat didik dengan sedemikian rupa,dengan metode yang berbeda,dengan system yang unik,dari bangun tidur hingga subuhnya saja terlihat sejuk dipandang mata,begitu manfaat hidup didunia pesantren.
Ba’da subuh kali ini akan diisi tema Taman Syurga,nampaknya santri sangat masih kebingungan,taman syurga ?
ah mungkin kyai akan memberikan materi tentang syurga,indahnya syurga,dan sebagainya banyak santri santri yang menafsirkan hal itu.
Waktu terus berputar,nampaknya diluar asjid matahari pagi sudah menyambut indahnya langit pesantren,siap menyinari dunia,burung-biurung mulai berkicauan,udara sejuk yang menyapu kesela-sela jendela pesantren sangatlah nyaman dirasakan,ahh suasana ini membuat santri bisa tertidur kembali,langsung saja para discipline section atau bagian kemanan mengerakan sejadahnya ke arah para santri,untuk menjaga mereka supaya tidak tertidur kembali,sementara itu kyai duduk di depan para santri dengan pakaian yang serba putihnya,aura kyai sangatlah nyaman dirasa,sifatnya dan kepribadiannya yang sopan nan ‘alim membuat santri tertunduk ketika berhadapan dengan sang kyai.
subuh ini kyai bercerita dengan pengalamannya sewaktu mondok seperti kami,kesusahannya waktu hidup di zaman jepang,perjuangannya saat mendirikan pesantren semua sangatah sulit dijalani,maka kyai berpesan tidak ada manusia sukses yang hidup dengan keinstanan,semua perlu proses. Dan ingatlah wahai para santri pesantren adalah taman syurga dan kalian para santri adalah para penghuninya !
teruslah bersemangat meninggikan kalimat tauhid,berjihad dengan ilmu dan bersabarlah allah bersama kalian para santri, dan senantiasalah berbahagia kalian hidup dan di besarkan di taman syurganya allah !

TAMAN SYURGA !

Muhamad fauzan mauludi

 

  • view 82