KANTIN PESANTREN

Fauzan Mauludi
Karya Fauzan Mauludi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 06 Mei 2016
KANTIN PESANTREN

IBU KANTIN

 

“Santri memang tidak lepas dari kegiatan pondok,sealu sibuk dengan rutinitasnya,proses belajarnya,pengajiannya,itulah santri bahkan hampir 24jam mereka full melakukan kegiatan.
jika diliat dari segi ekonominya santri berasal dari berbagai kalangan atau kalau bahasa anehnya kasta padahal seharusnya bahasa itu tidak dipake di dunia pesantren ,dan harus kita sadari jika seseorang sudah masuk dunia pesantren maka hak dan kekuasaannya selama di rumah tidak berlaku karna semua santri saat masuk pondok itu sederajat semuanya sama,tapi karna ego yang mengendalikan maka ada saja santri yang selalu bersikap egois dan sok merajai di pondok apalah daya materi,finansial atau keuangan yang membutakan mereka.
pada dasarnya seseorang yang masuk pondok pesantren di didik keras untuk menjadi orang kuat dan tegas,bukan di didik menjadi orang yang manja,bahkan orang tua harus mengetahui kebiasaan dan rutinitas para santri agar nantinya mereka gak kaget atas kejadian-kejadian yang ada.
sepatu dan sandal hilang,baju di jemuran ilang,ngantri makan,dihukum(ta’zir)
semua itu adalah hal yang wajar terjadi di pondok karna itu merupakan salah satu system pengajaran dan pendidikan yang ada di pondok.
santri juga bahkan bisa dibilang sekelompok orang yang misterius kelakuan dan gelagatnya kadang-kadang gak bisa dipikir pake logika,mereka punya banyak cara untuk melakukan apapun,jadi hati-hati sama santri, ah pokoknya santri itu unik.


tapi sedikitnya disini kita akan bahas tentang ibu kantin yang suka masak buat kita di pondok.
umumnya pesantren sekarang mengarahkan santrinya untuk fokus dalam belajar,jadi mereka gak usah mikir tentang makan,karna sekarang pihak pesantren umumnya sudah menyediakan fasilitas kantin,dan itu hanya berlaku bagi modern atau semi modern kalau salafiyah mereka insyaallah masih mandiri hehehhehe.
uups ,tapi banyak sekali santri yang beranggapan bahwa ibu kantin yang kerjaannya Cuma masak setiap harinya tidaklah lebih dari seorang pembantu dan itu adalah SALAH TOTAL DAN FATAL.
mengapa bisa demikian? Bayangan saja mereka masak setiap harinya untuk siapa?

Mereka berkerja dari pagi hingga sore hari untuk siapa ?
kalau mereka gak masak gimana ?
para santri dengan segala kesibukannya belum tentu punya waktu dan mau untuk masak, palingan kalau laper mereka beli ke warteg dan hal itu merupakan pemborosan !
“para ibu kantin yang setiap harinya masak untuk para santri,mereka adalah pahlawan,bayangkan saja kalau mereka gak masak gimana? kita para santri mau makan pake apa ?
bahkan mereka para ibu kantin seharusnya di hormati,di istimewakan! siapa tau aja merekalah yang do’anya diijabah oleh allah,berlakulah sopan terhadap mereka ! mana akhlaqmu selama belajar di pondok ? praktekan !
siapa tau mereka derajatnya lebih tinggi dari pada kita ! ingat jasa-jasa mereka !
jadi stop mengagap bahwa para ibu kantin itu derjatnya lebih rendah !
mereka adalah pahlawan pesantren setelahnya para kesepuhan yang ada di pondok pesantren” !



 

Semoga manfaat dan bisa merubah pandangan salah kita !

  • view 105