Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 30 Mei 2018   01:19 WIB
PENANGGUNG JAWAB

PENANGGUNG JAWAB
(Budayakan membaca hingga tuntas sebelum berkomentar)
 
Oleh : Fatma.AP
 
Menjadi seorang penanggung jawab itu tidak mudah, terlebih ketika dia sedang berada di tikungan yang teramat tajam. 
 
Pemimpin sebuah komunitas kecil saja bisa melakukan kesalahan yang mengecewakan anggotanya, namun di luar itu banyak hal yang di lakukannya untuk menyenangkan anggotanya.
 
Bagaimana dengan seorang Presiden yang menjadi penanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia?
 
Di sini saya bukan Pro #2019TetapJokowi bukan juga kontra #2019GantiPresiden. Tak ada untungnya bagi saya turut berdebat yang sebagian orang sangat antusias menyalurkan argumennya dengan sopan dan tak sedikit pula yang tanpa etika.
 
Tanggung jawab besar yang beliau jalani itu bukan sekedar membalikkan lembaran-lembaran file, tidak sekedar berjalan menelusuri Kota/Desa kecil. Bukan hanya tenaga tapi pikiran pun terkuras habis.
 
Banyak yang mengharapkan beliau tetap pada jabatannya di periode berikutnya, namun banyak juga yang mengharapkan beliau turun dari jabatannya. 
 
Bukan cara beliau memimpin yang salah, bukan cara masyarakat melihat juga yang salah, tak ada yang dapat di salahkan dalam hal ini. Hanya saja pribadi seseorang yang berbeda dan kadang sama seperti musim; berubah-ubah. 
 
Ketika banyak hal yang menguntungkan bagi masyarakat maka pujian dan dukungan membanjiri lahan-lahan sosial media (terutama) dengan menyebut namanya tanpa ada embel-embel kekesalan. Namun satu kesalahan yang di lakukannya sudah membuat amarah banyak orang hingga mencapai puncaknya tanpa mengingat bahwa ia adalah Pemimpin; Penanggung jawab seluruh masyarakat. 
 
Hak pilih ada di tangan masyarakat, tapi coba pikirkan. Pemimpin mana yang dengan sengaja ingin membuat masyarakat terpuruk? Pemimpin mana yang tidak ingin masyarakatnya makmur? Terlebih hal itu saat masa ia masih memegang jabatannya.
 
Jangan selalu memikirkan bahwa ia pemimpin yang tak memenuhi kriteria dan keinginan masyarakatnya, cobalah sesekali berpikir jika posisi itu berbalik pada diri kita.
 
Jika seorang pemimpin rumah tangga saja tak sedikit yang hancur hingga tercerai berai; ini hanya 1% tanggung jawab yang ia pegang dari sekian banyak tanggung jawab lainnya. 
 
Jika banyak yang tidak senang dengan masa ia menjabat, mengapa banyak fasilitas yang ia bangun tetap kita gunakan? Tak sedikit hasil kinerjanya yang di nikmati. 
 
Apakah itu belum cukup membuktikan bahwa Ia sudah menjalani Tanggung Jawabnya?
Bersabarlah sebagai Masyarakat, semua tak bisa secepat kilat sesuai keinginan. Indonesia itu luas, sementara yang memegang seluruh tanggung jawab itu hanya satu orang. 
 
Jika sebagian orang merasa sangat terpuruk saat masa jabatannya, bukan Pemimpin yang salah. Tapi cara kita berpikir yang belum tepat. Jangan bebankan semua kegagalan pada Pemimpin. Keberhasilan itu ada di tangan kita sendiri, bukan di tangan Pemerintah atau Presiden.
Beliau hanya memegang Tanggung Jawab Negara bukan memegang Tanggung Jawab Masyarakat Individu.
 
Mari sebagai Masyarakat Indonesia berpikir dengan tidak memihak pada siapa pun, jangan berpikir dengan memihak kelompok A dan kelompok B. Jangan jadikan pribadimu sebagai budak Provokator. 
 
Salam Damai :)
 

Karya : Fatma AP