Surat Muharram

Surat Muharram

fatkhul kareem
Karya fatkhul kareem Kategori Puisi
dipublikasikan 17 Februari 2018
Surat Muharram

/1/

 

suro,bulan cinta itu,belum ditinggal ramaian malam


dimana gerangan jam malam lalu-lalang pria kekar


yang saat-saatnya menjadikan para santri gelagapan jalan cepat.


penjaja waktu yang mudah tersinggung


karena banyak waktunya yang hilang dicuri


 

/2/

 

“hari ini adalah pergantian


untuk menjadikan pribadi yang lebih bahagia


(yang bahkan kami sendiri tahu


Bahwa kami layak pikiran lelucon bagi Tuhan)


setelah tetek-bengek maghrib ini:


berdoa memohon ampunan setiap harinya.”


“kami bukanlah air,


yang sukanya damai tanpa dendam.”


“kita harus belajar


bagaimana bertahan diterpa angin dari nun di sana


dan badai deras malam


sampai hujan gelap terakhir


sampai tiupan pertanda akhir.”


 

/3/

 

“ada yang ingin menemui Sang Pencipta,” kata pohon.


Tapi, kenapa juga harus di malam yang gelap seperti ini?


Untuk apa pula,


bertahan di hadapan ranting?


Toh, nanti juga tersapu angin selagi sepi


dan tergantikan yang lain;


kenapa mereka kehilangan akal mereka untuk kita?


 

/4/

Tapi, bagaimana mungkin tanpa disadari ada saat renggang


sebelum semua itu terjadi?


 

/5/

 

Angin yang halus itu,


menghampiri sekumpulan orang bijak


yang merenung di sisi gelap


“Kau butuh orang untuk diajak bicara,”


yang walau itu lebih mustahil,


dari menghitung petir malam ini.


 

/6/

 

mereka tak pergi ke aliran manusia itu,


mereka tak melihat cahaya-cahaya gemerlap kala itu


“kita ingin jadi


seorang yang bisa


membuat dunia ini


tampak berbeda;


tapi kita tak pernah berhasil.”


(kita hanya tinggal kenangan


 yang sirna ditelan malam.)


 

/7/

 

Ada yang menangis kala itu:


gadis yang bercermin itu telah hilang


ketika lama matahari mengambang


menang di atas kepala.


 

/8/

 

Jumlah kami sangat banyak


astagfiruloh


berdiam di kegelapan,


karena dunia tak menginginkan kami


kalian bisa menangkap kami


tetapi kemenanganlah yang memilih


 


kami ini sangat banyak


astagfiruloh


tak ada yang bisa mengendalikan kami


dan kami ingin sekali ada orang


yang mendengarkan keadaan buruk ini


dan mengadukannya pada Tuhan di sana


sekarang kami di lingkaran dan datang untuk darah


 


kami sangat banyak


astagfiruloh


senantiasa mendengarkan perintah untuk berfikir


dan merubah hidup singkat ini


menjadi yang abadi.

  • view 80