(DISKUSI Sepihak) Rumput tetangga lebih indah.

Fatio Yosando
Karya Fatio Yosando Kategori Sejarah
dipublikasikan 03 Mei 2016
(DISKUSI Sepihak) Rumput tetangga lebih indah.

Senin 5:02 sore, Tanggal 3 Mai 2016. 

Dewasa ini, kita menyaksikan banyak konten yang terdapat di internet, mengenai banyak hal.

Para peselancar internet bebas untuk membaca, melihat, mendengarkan dan berkomentar tentang perihal yang menarik baginya tersebut.

Namun, bukan hal itu yang sekarang saya bahas, melainkan yang ingin saya bahas disini adalah hanya ingin merealisasikan tentang fenomena yang saya alami pribadi.

Tentang fenomena yang terjadi di Tanah Air ini yang dulu dan sekarang saya liat, tentang masih adakah yang benar-benar betul mengerti soal menyimpan, mengemas sebuah proses yang pernah berkenang yang dulu terjadi dan juga sekarang.

Bukan mengenang soal artis si A, begini dulu dan sekarang, bukan soal si B yang kaya begini dan begitu.

Tapi, tentang si A atau si B yang pernah membuat sejarah yang patut untuk selalu di kenang.
Syukur, sekarang banyak aktivis mengenang hari RA kartini, Hari Buruh, Hari Pendidikan, Hari Batik Nasional dan Hari hari lainnya yang sekarang sudah bisa kita kenang.

Namun ternyata kita terlalu lama kecolongan, hingga sekarang banyak masyarakat awam menilai tinggal di Indonesia seakan serba salah ini dan itu, coba seperti negara tetangga. Apa yang salah dengan kita yang lagi berada dan menginjakkan kaki di Tanah Air ini, yang mendengar hal itu langsung di telinga ini. Marah, berontak, atau apakah, tidak, saya tidak melakukan apa-apa, saya hanya memperhatikan, diam dan kasian sambil bertanya kenapa.

Banyak file yang terkumpul di komputer saya, mengenai sejarah, saya mencoba membaca dan membaca nya satu persatu serta lambat laun saya yakin untuk bisa memahaminya walau hanya sedikit.

Saya tidak ingin lagi kecolongan, kehilangan memang menyakitkan bagi kita semua, lalu kenapa seperti ini, seharusnya hal ini menguatkan dan mulai menjagainya lagi . Sama hal tentang yang selalu sering saya dengar, ketika masih mengampus di Institut Seni Indonesia Padangpanjang. Rumpun melayu, seni berdasarkan akar dari daerah masing.

Saya tidak mengerti awalnya menginjak kaki di kampus, kenapa mesti begitu, bahkan banyak diantara mahasiswa lainnya yang berkata, melayu terus pusing, melayu ini itu, ketika itu juga saya diam.

akhirnya, singkat dari curahan diatas saya melihat dan bersyukur lagi, sekarang sudah banyak yang mengantongi dan membungkus indah tradisi kita dan dikenalkan sampai ke penjuru dunia sana tak terkecuali.

Pertanyaan ini sekiranya pantas mengakhiri curahan saya fana ini,

Apakah salah dari nenek moyang kita mengenai hal sekarang yang sedang kita terima ?

Apakah salah kita yang hari ini sedang merasakan kesenjangan sosial, hidup sebagai buruh, tanpa perhatian oleh sesorang yang pantasnya, bersyukur terlahir di keluarga berada ?

atau Apakah kita harus teliti mencermati siapa diri kita dan tidak lupa dari mana kita dulunya berasal ?

Cukup.

 

 

Ini beberapa sebagian data yang saya dapatkan, (banyak lagi di pc saya). Tentang beberapa pustaka yang mengemas rapih sejarah yang ada dilacinya, tentunya tidak di Indonesia, bahkan mudah sekali didapatkan sertadi akses di Internet saat zaman sekarang.

Walau di Tanah Air ini pernah saya dengar tentang pembuangan skripsi, dan semoga saja memang tidak benar benar dibuang karena bisa jadi telah di salin ke bentuk digital. Semoga saja. Saya memahami karena itu jelas menambah tumpukan di perpustakaan. Sementara standar kelayakan dan ketersediaan ruang tidak bertambah. hmmmmm...#mikirkeras

Betapa kan rumitnya tinggal di Tanah Air ini setelah melihat dari sebagian kecil contohnya dari kasus seperti ini.

 

Contoh penelitian di leiden Belanda beberapa tahun lalu tentang daerah Padang, Sumbar-Indonesia. (Semangat mencari orang Belanda, herankan, saking udah habisnya yang ditelitinya di daerah sendiri, mereka nyari sampai ke Tanah Air Kita.

 

Dan ini salah satu screenshoot saya perihal pencarian tentang skripsi di google dan keluarnya itu tuh.

Sudah dan cukup untuk hari ini. Saya lega.. dor....,,, :) 


  • Chairunisa Eka 
    Chairunisa Eka 
    1 tahun yang lalu.
    wadawwww~~~ kuereennnn sampe nyari ke tetangga seberang pula
    itu screenshoot pake apaan mas *kepodikit

    • Lihat 5 Respon

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    wahhhhh

    keren tulisannyaaa.

    apalagi bagian ini:
    Semangat mencari orang Belanda, herankan, saking udah habisnya yang ditelitinya di daerah sendiri, mereka nyari sampai ke Tanah Air Kita.

    • Lihat 3 Respon