Proses Penciptaan Puisi Mini

Fatin Hamama
Karya Fatin Hamama Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 17 Februari 2016
Proses Penciptaan Puisi Mini

Oscar Wilde pernah bersuara lantang, ?All bad poetry springs from genuine feeling.? Penyair Irlandia (1854-1900) itu lebih menilai, seburuk apa pun puisi yang ditulis, ia selalu berangkat dari soul yang ?jernih. ?

?

Hal ini dipertebal oleh pendapat TS Eliot, bahwa puisi sejati adalah puisi yang sudah mampu berkomunikasi sebelum dipahami. ?Genuine poetry can communicate before it is understood.?

??????????? Maka dalam konteks ini, tidak ada kelaziman lagi memperbincangkan mana puisi yang baik dan mana puisi yang buruk. Puisi memiliki fitrahnya sebagai penyuara kebenaran. Tentu saja, kebenaran itu masih bisa dipilah-pilah, dari sisi mana keyakinan itu dipandang.

??????????? Puisi menjadi Internality Process bagi penyairnya. Silahkan tanya, atas dasar apa seorang penyair menulis puisi? Sedang berproseskah? Dalam amarah atau dendamkah? Meyakini ?keadadantiadaan? Tuhankah? Atau sekadar mendeskripsikan pesona cinta dan pemandangan alam yang indah, sebagaimana Du Chattel mengantalogikan karya-karya lukisan cat airnya tentang Hindia Belanda?

?

??????????? Maka tertulislah puisi seperti di bawah ini:

?

Tiba-tiba Kurindu

matahari seolah meninggalkanku

??????????????? dalam batas sampai, perjalanan bisu,

??????????????? tiba-tiba kamu kurindu

?

?

??????????? Dalam pergulatannya, puisi ditulis dengan berbagai ornamen dan simbol-simbol. Ada cahaya, sunyi, suara dan sejenisnya. Pemaknaan itu menjadi kata sifat yang bertenaga luar biasa, ketika terikat dalam satu tema.

??????????? Puisi senantiasa bermain diksi. Ia memiliki kekentalan, sekalipun tidak memerangi pemahaman. Saya setuju terhadap paham TS Eliot, sesulit dan sebisu-bisu puisi, puisi sejati akan memiliki bahasa komunikasinya sendiri:

?

Obituari

janji angin pada kemarau

tak jua sampai, hujan

terlanjur jatuh

berderai - derai

?

??????????? Hingga di sini, masihkah kita memperdebatkan, di manakah letak puisi yang baik dan benar terhadap puisi yang tidak baik dan tidak benar? Benarkah langit itu berwarna hijau, ataukah bukan abu-abu - biru? Di manakah letak laut, haruskah ia di tepi pantai? Bagaimanakah cinta dan benci ditumpahkan, haruskah dengan rayu dan sumpah serapah? Perdebatan ini menjadi sedemikian panjang ketika masing-masing kita mempertahankan kebenaran berdasarkan indera. Padahal indera bersifat faali, dan impresi meyakini nurani.

??????????? Sehingga menawarkan sebuah tafsir dengan puisi, tak ada habis-habisnya kita bertikai. Puisi tetaplah menjadi media bagi pilihan masing-masing penyairnya. Baik itu dibaca orang lain atau dibaca sendiri. Tidak peduli. Pada titik nadir, seorang penyair hingga tak sanggup lagi memilih kata-kata bagi jalan pikirannya. Maka yang terlintas adalah simbol-simbol.

?

jika

??????????????? jika kau bakar cinta di hutan ketika bulan mengerut,

??????????????? jika kaurampas hasrat ke mana liar kupagut,

??????????????? jika kaubiar igau menampar saat kucarut,

??????????????? jika kauperam rindu sedang kuhanyut,

??????????????? biar kupergi beriring kabut: menipis larut

?

??????????? Simbol-simbol ini pun masih diperdebatkan lagi. Karena ibarat seorang pelukis, tiba-tiba ia menjadi pelukis abstrak tanpa melewati jalur termudah sebelum ini. Dan Rendra, adalah pengkritik metafor-metafor kenes dalam puisi. Kekenesan kata-kata dalam puisi, menjadikan puisi itu tidak bermakna apa-apa. Ia hanya tengil di dalam kata-kata, tanpa memiliki tenaga. Itulah sebab, Rendra menulis Pamflet Pembangunan dalam Puisi (Lembaga Studi Pembangunan,? 1980). Menawarkan sebuah modeling dimana puisi bisa bersuara keras dan menjadikan para pemimpin negeri, penguasa, partai politik dan para koruptor ?alergi? mendengarnya.

??????????? Puisi telah mencuci bersih politik yang kotor? Bukankah puisi telah terbeli di dalam politik yang kotor itu sendiri? Atau, mari kita tunggu generasi baru yang belum terbeli oleh kepentingan politik sama sekali. ????

?

Menjelajah

Manusia bereksistensi, artinya ia berhadap-hadapan dengan transendensi. Yang lebih khusus lagi, ia mencoba menjelajah ? dari dan ke? alam penjelajahannya. Alam yang membebaskan dirinya dari segala objek, agar ia merasa yakin menjadi manusia mandiri dan berkarsa.

??????????? Itulah ungkapan Karl Theodore Jaspers, filsuf Jerman yang hidup di Abad IIX. Jaspers mencerminkan eksistensi manusia bukan sekadar keberadaan faali. Melainkan batiniah, Illahiah serta melakukan cipta, karya dan karsa. Dialog panjang tentang karya seni dan kebudayaan yang meyakini dirinya sebagai ?ada,? tidak berbenturan di ruang wacana ?sekadar dicipta.? Manusia ada lantaran ia membawa sejumlah tugas, semisal? tugas spiritual, tugas kekaryaan dan tugas kebudayaan.

Perjumpaan

pelabuhan sunyiku adalah kamu,

wanita berhati sepi, airmata tumpah

berkali-kali

ribuan samudera adalah kamu,

perahu layar kecil itu hanyalah aku

?

?

Kesenian merupakan karya eksistensi kebudayaan manusia. Keberadaban sebuah kawasan ditentukan oleh kebudayaannya. Kebudayaan, selalu membawa konsekuensi karya seninya sendiri-sendiri.

??????????? Dalam setiap perbincangan sosial, karya kebudayaan senantiasa mengambil peranan penting. Meski wacana kebudayaan sering membentur tembok besar, lantaran masih dinilai absurd dan tidak nyata. Sebenarnya produk kebudayaan mudah sekali diurai, karena karya seni dan sastra selalu menjadi anak kandung kebudayaan itu sendiri.

??????????? Di tengah masyarakat yang mudah terlongong-longong akan dahsyatnya penampakan industri,? budaya ibu sering ?kesingsal? (hilang- Jawa) di tengah-tengahnya.? Dianggapnya industri akan memberikan segalanya. Pertunjukan modern sering ditengarai sebagai hasil metamorfosa alamiah dari kebudayaan ibu yang enggan bertahan. Pertunjukan televisi, film, konser urban, kerap diyakini sebagai pengembangan paling sah dari karakter budaya akar. Jarang disadari, bahwa peradaban maju selalu bergerak dengan daya ?rusak?-nya yang juga luar biasa. Hanya produk seni kuat dan kontekstual secara kawasanlah yang akan bertahan. Sementara, seni pop akan berinteraksi dengan penikmatnya dalam durasi yang tidak lama.

??????????? Relevansi apa yang mampu menjelaskan, antara karya seni dan manusia ?saling bertaut erat? Susah dijelaskan secara harafiah, sekalipun kita tahu, relevansi terhadap keduanya sungguh amat besar. Manusia yang ketika berkomuni membentuk menjadi masyarakat, adalah ikon paling orisinal untuk sebuah elemen bangsa.? Ia titik terkecil jika diumpamakan negara itu terdiri atas ribuan butir padi di atas tampah. Dan masyarakat ?adalah butir-butir padi itu sendiri.

??????????? Masyarakat merupakan representasi dari kekuasaan dan kekuatan, namun tidak cukup kuat jika hanya terdiri atas satu ? dua individu. Kekuatannya harus bersifat integral. Tidak heran jika ada istilah, ?Kekuatan dan kekuasaan berada di tangan rakyat.? Sayang, masyarakat ?bukanlah aku atau kamu, yang secara sendiri-sendiri mampu bergerak maju.

??????????? Kumpulan individu menjadi elemen terlemah dan bersifat sangat individualistis, apalagi saat teraniaya oleh kekuasaan yang dibentuknya sendiri, dalam performa administrasi kewilayahan, yang disebut pemerintahan.

??????????? Di ranah politik, istilah ?rakyat? masih kerap dimunculkan. Hal ini dilakukan guna memberi aksentuasi betapa panguasa adalah abdi masyarakat. Di ranah kesenian, ?daulat rakyat? sangat bersifat simbolistik dan moralistik. Tidak pernah terjadi, pemerintahan atau administrator wilayah berani meninggalkan mereka.?

?

Pujian Alam

??????????? Religiositas, dalam pemahaman YB Mangunwijaya bukanlah dalam arti peribadatan teknis. Labih dari itu, religiositas adalah eksplorasi tanpa batas, tanpa sekat ? fitrah manusia terhadap Keillahiannya.

??????????? Maka, religiositas dalam pengertian di atas, tercermin pula pada karya kesenian yang mengandung puja-puji terhadap alam. Misalnya Sedekah Bumi (Tayub dari Pantura, Sintren, Nini Thowong, dan lain-lain). Ketika hal itu dibenturkan dengan isme keagamaan secara eksklusif akan muncul persoalan. Tema dan penuturan kesenian sebenarnya mengemban relasi tinggi terhadap unsur-unsur Keillahian. Saya meyakini, manusia tidak pernah bisa meninggalkan Tuhan-nya.

??????????? Dari karya kesenian dapat kita lihat, betapa individu masih merupakan lembaga paling berdaulat atas pemerintahan dan negara. Kajian tentang bangsa dan negara dapat dipelajari dari miniatur kesenian yang diciptakan masyarakat di kawasan tersebut

Manusia terus bergelut dalam memroses dirinya. Tidak henti-henti dan senantiasa mencari. Agama menunjukkan rujukan benar-salahnya, kebudayaan menawarkan pranata kebijakan dari sisi estetikanya. Keindahan dan kebenaran akan menjadi sekadar impian tanpa internality process kebudayaan.

---

?

HANDRY TM

Pengelola Ezzpro Media, penulis puisi , novel, cerpen, esai dan skenario film, tinggal di Semarang.?????????????

Alamat : Jl. Bukit Kelapa Hijau II/ BB 29-30, Bukit Kencana Jaya ? Semarang 50271

Mobile : 085640467227

Bank Account : 8915027560, Bank BCA an. Handriyo Utomo.

Tax Account : 775899735517000

  • view 318