Tidak Setuju Dengan Quote Ini

Fatamorgana Nyata
Karya Fatamorgana Nyata Kategori Inspiratif
dipublikasikan 01 Februari 2016
Tidak Setuju Dengan Quote Ini

"Jika wajah yang membuatmu jatuh cinta, bagaimana kau mencintai Tuhan yang tak berupa?"

Ada yang tidak tau quote di atas? Kalau kamu tidak tau, tanya temen di sampingmu. Dia pasti tau. Sekalian tanyakan, pembuat quote ini siapa? Soalnya tiap kali saya melihatnya, sumber tidak pernah jelas.

Ok. Saya mau tanya dulu;
Kamu merasa ulala dengan quote itu?
Kamu merasa nyes ces ketika membacanya?
Kamu merasa setuju bet dengan maknanya?

Kalau begitu mari kita bedah perkalimatnya.

1. Kalimat awal: ?Jika wajah yang membuatmu jatuh cinta?
Ini artinya jelas, ditujukan untuk seseorang yang jatuh cinta kepada seorang lainnya karena tertarik oleh wajah seorang itu. Sasaran dari kalimat ini sebenarnya lebih ke cowok. Kenapa? Karena cowok memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap visual, daripada perempuan. Sehingga cowok lebih mudah tertarik terhadap sesuatu yang menarik mata (melebihi sesuatu yang menarik hati).
Itulah kenapa cewek di belahan bumi manapun akan melakukan banyak hal untuk memperindah diri agar dapat membuat lelaki tertarik. Kalau kamu perempuan, coba bercermin. Lihat alismu yang kayak naik naik ke puncak gunung ?tinggi sekali?. Memangnya itu untuk apa kalau bukan memperindah diri? Karena kalian sendiri menyadari kalau mata cowok lebih menangkap apa yang terlihat.

Kurang bukti? Produsen bok*p jepang saja tau jenis spesies manusia apa yang lebih tertarik pada sebuah visual. Maka sasaran yang dibutuhkan film film mereka adalah mata-mata para lelaki. Itulah kenapa model wanitanya selalu terlihat indah, tanpa mempedulikan pemeran lelakinya yang mau itu kakek kakek berkepala botak bergigi ompong, bapak bapak buncit yang kumis dan bulu hidungnya menyatu, sampe pemuda jomblo yang mukanya typo. Tak peduli. Sebab konsumen mereka mayoritas lelaki, bukan wanita.

Nah kalau kamu pernah mendengar kalimat ?jatuh cinta pada pandangan pertama? itu lebih ke cowok yang mengalami. Alasannya sama, sebab cowok lebih muda tertarik lewat pandangan (bukan perasaan). Sebenarnya saya lebih suka mengganti kalimat ini dengan ?tertarik pada pandangan pertama?. Yah, karena menurut saya, kalimat ?jatuh cinta pada pandangan pertama? itu konotasinya lebih ke ?perasaan untuk menjaganya? jadi untuk merasakannya setidaknya kita lebih dulu mengenalnya. Sedangkan kalimat ?tertarik pada pandangan pertama?, pemaknaannya lebih ke ?hasrat untuk memilikinya? yang akan menjadi kondisi awal saat baru pertama memandangnya, dan keinginan untuk lebih mengenalnya. Tapi kalimat ini jangan kita permasalahkan dulu, nanti pembahasan melebar. Lain kali kita ulik juga.

Kembali ke quote tadi. Menurut saya, arti dari kalimat awalnya (jika wajah yang membuatmu jatuh cinta) adalah sesuatu yang sangat manusiawi untuk menunjukkan sifat normal kepada lawan jenis, terlebih jika sasarannya memang ditujukan untuk lelaki. Karena kita memang ditakdirkan untuk memiliki kepekaan itu.

2. Kalimat akhir: Nah, kalimat pertama ini dipermasalahkan pada kalimat berikutnya, yaitu: ?bagaimana kau mencintai Tuhan yang tak berupa?? Dimana kalimat ini menyatakan bahwa jika cara kamu jatuh cinta kepada seseorang melalui ketertarikan rupa, maka kau takkan bisa mencintai Tuhan yang tak satu hambapun diperbolehkan untuk membayangkan sosoknya.

Ahh, pertama kali saya membaca ini. Sungguh sangat mengganjal hati. Saya geram melihatnya.

Cmon men, kita seorang muslim tau tentang hablum minallah (hubungan dengan Tuhan) dan hablum minan-nas (hubungan dengan manusia). Kenapa mencampur adukkan diantara keduanya?

Sesuatu yang kita lakukan untuk sesama manusia, akan berbeda jauh dengan sesuatu yang kita lakukan untuk Tuhan.

Ketika kita mencintai orangtua, mencintai keluarga, sampai mencintai seorang kekasih, apakah itu adalah sikap mencintai yang sama ketika kita mencintai Tuhan?

Ketika kita merindukan saudara, merindukan sahabat, sampai merindukan teman teman, apakah itu adalah kerinduan yang sama ketika kita merindukan Rosul, dan Tuhan kita?

Ketika kita takut pada dosen, takut pada guru, sampai takut pada kakak senior, apakah itu adalah ketakutan yang sama ketika kita takut pada Tuhan?

Ketiiiiiiiikkkaaaaaaa kita percaya pada keluarga, kerabat, sampai para pendidik kita, aaaaapppaaaakkkaaahhh itu adalah kepercayaan yang sama ketika kita percaya pada Tuhan kitaaaaaaaaaa?

Semua jawaban dari pertanyaan diatas cuma satu; BERBEDA. Apa yang kita beri atau lakukan untuk sesama manusia, berbeda dengan apa yang kita lakukan untuk Tuhan kita. Sehingga sesuatu yang menyama-nyamakan urusan kepada sesama, dan kepada Tuhan adalah sesuatu yang?..???
Nah itu dia. Salah satu sesuatu itu ya quote tadi.

Jadi, jelaslah hablum minannas, adalah ketika kita ingin melakukan interaksi dan perjanjian dengan kaum mukminin lainnya untuk bisa menjaga dan memastikan keamanannya, yaitu dengan mencintainya. Tentu mencintainya dengan cara manusiawi pula. Seperti; menikahinya, menafkahinya, dan melindunginya.

Wa hablum minallah, yaitu perjanjian yang sudah Tuhan berikan juga ke kita. Bahwa jika kita mencintaiNya, maka kita akan diberikan keamanan, rezky yang halal, dan senantiasa ada dalam lindunganNya. Nah, beberapa cara mencintaiNya (menurut saya) yah, dengan beriman, bertaqwa, menjauhi larangannya, serta melaksanakan ajarannya.

Maka? Langsung saja kita simpulkan;
?Jika wajah yang membuatmu jatuh cinta?
Adalah salah satu sikap ketertarikan kita dengan manusia lainnya yang bisa dibilang sangat manusiawi. Dengan tujuan untuk mencintai dan menikahinya.
?Bagaimana kau mencintai Tuhan yang tak berupa??
Adalah kalimat yang tidak pantas menyambung kalimat sebelumnya. Dimana kalimat ini sebaiknya berdiri sendiri saja, dengan membuang tiga kata menyebalkan yang ada di belakangnya. Sehingga menjadi ?Bagaimana kau mencintai Tuhan??. Nah, dengan begini kalimat yang tadinya membuat kita harus menyamakan perasaan terhadap sesama, dan terhadap Tuhan, sekarang maknanya menjadi; pertanyaan untuk diri kita tentang apa yang sudah kita lakukan untuk membuktikan bahwa kita mencintai Tuhan.

Sekian.

*Untuk cewek, tolong jangan keseringan baca quote romantis dah. Nyusahin laki tauk.

*Salam hangatku untuk temanmu yang suka like/share quote.

  • view 498