Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 25 April 2016   06:15 WIB
Teras Pintu

 

Teras Pintu

Sebagi Saksi Rumahku Kau termenung Memandang langit-langit atap yang diam

Melamunkan Malam dengan sejenak merintih kesakitan karena lapar yang tak lagi tertahan

 

Teras Pintu

Mengabarkan kesetiaan yang terbangun dari persahabatan yang tak kaku dan malu

Berteriak bebas, berbicara keras, dan bercanda tanpa batas menyatu menjadi sebuah kata yaitu Lepas

 

Teras Pintu

Meninggalkan Jejak sahabat yang kini mendiam tak kunjung datang, sedikit-dikit menangis, sedikit-sedikit tertawa, dan sedikit-dikit melamun diam seperti samun

 

Teras Pintu

Kenangan yang tak bisa tergores oleh tajamnya pedang, runcingnya bambu, panasnya terik, dan perihnya pengorbanan.

Kau tau, karena ada marah yang bercumbu dengan tenang, ada iri yang bercampur dengan kesederhanaan, dan ada cinta yang bersatu dengan Rindu. 

 

 

 

Karya : fatah yasin