Anakmu Malang, Harapanku Hilang

fatah yasin
Karya fatah yasin Kategori Puisi
dipublikasikan 25 April 2016
Anakmu Malang, Harapanku Hilang

Anakmu Malang, Harapanku Hilang

 

Ummi..

Kau paksa aku untuk melihat dunia

Kau tawarkan aku sebuah keindahan 

Kau bisikkan aku sebuah janji kebahagiaan

dan Kau pula yang mengajarkanku makna kesetiaan

 

Tapi,

itu dulu ummi, Dulu ketika aku masih dalam kandunganmu

Dulu ketika aku masih dalam momonganmu

Dulu ketika aku masih menguning seperti buah nangka yang hanum nan harum

 

Ummi,

Kini aku tumbuh seperti hantu yang tak kau harapkan

menjadi Liar seperti Kucing Hitam yang sedang geram, Ngiauuuuu..

mencari sebuah makanan yang terseok-seok oleh angin malam.

mencari air yang mengalir dari tetesan comberan dan merengek perih seperti asam lambung yang tak pernah ramah

 

Ummi, 

Hidupku sekarang adalah kehidupan baru, berasal dari lingkungan baru yang menemukanku di teras pintu tak bertamu

menjadi raja dimana segalanya aku bisa menikmatinya tanpa memperdulikan lagi apa yang telah kau ajarkan dulu

 

Ummi,

Halal haram kini menjadi teman akrabku

wanita dan dunia bebas kini menjadi selimutku

banyaknya agama kini menjadi panutanku

dan orang yang menemukanku kini menjadi orang tuaku

 

Ummi,

Dalam relung jiwaku, aku termenung dan terkadang aku menjadi rindu, rindu menjadi anakmu yang dulu kau rayu. kau pandu dan kau bantu. 

Tapi, apakah kau masih mau menerimaku yang kini sudah berubah menjadi buta, tuli, dan bisu? bahkan isi kepalaku semuanya sudah menjadi batu? 

 

Ummi,

Aku tau ini sulit buatmu, aku pun tak menuntut kau kembali menerimaku, biarkan nerakaku menjadi simbol kelahiranku yang sudah akrab dengan kebiasaanku.

 

  • view 110