Belajar pada tanjakan

Farrah Hanum
Karya Farrah Hanum Kategori Motivasi
dipublikasikan 15 Maret 2016
Belajar pada tanjakan

Ketika kita menggayuh sepeda dan mengetahui akan ada tanjakan di depan, sebisanya kita akan memilih jalan lain untuk sampai ke tempat tujuan. Rasanya malas sekali untuk melewati jalan menanjak tersebut. Namun, jika kita tidak memiliki pilihan lain, dan satu-satu jalan untuk mencapai tujuan kita adalah melewatinya, maka kita akan melewatinya dengan sekuat tenaga. Menggayuh hingga sampai di puncak tanjakan, walaupun dengan terengah-engah, kaki lelah, capek, tapi akhirnya kayuhan kita akan mengantarkan kita ke puncak tanjakan. Maka, kita tetap mengayuh, dan tidak terasa kemudian semilir angin membelai kulit dengan lembutnya. Memberikan rasa sejuk, mengeringkan keringat ketika bersusah sebelumnya. Iya, jalan menurun setelah tanjakan. Meringankan kayuhan kaki. Angin semilir, menyejukkan.

Seperti kehidupan, akan ada saatnya dimana semua terasa berat. Namun teruslah berjalan, teruslah melangkah, juga teruslah meminta padaNya. Didalam kesulitan, terdapat kemudahan. Bukan satu, tapi dua. Begitu bukan?

Fainnama'al 'usri yusraa. Inna ma'al 'usri yusraa. (Al-Insyiraaah 5-6).

Dan ayat ini ditutup dengan, wa ila rabbika farghab. Dan hanya kepada TuhanMu hendaklah engkau berharap.

?

  • view 97