Kamu lagi buru-buru?

Farrah Hanum
Karya Farrah Hanum Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 Februari 2017
Kamu lagi buru-buru?

Setelah lama ga mampir ke sini, hari ini aku mau mulai cerita lagi. 

Hari itu, kira-kira di awal Februari, tiba-tiba aku diajak oleh saudari sepupu untuk mengikuti sebuah grup yang mempelajari ilmu Faraidh, ilmu tentang warisan dalam kaca mata islam. Konon katanya, ilmu ini adalah salah satu ilmu yang semakin langka. Semakin sedikit orang yang bisa menguasai. Walaupun ga yakin mampu mengatur waktu dengan baik karena sedang ada deadline hingga pertengahan bulan kemarin, aku sanggupi dan aku masuk. Pada akhirnya, seperti yang aku duga, karena keterbatasan pengetahuan dasar tentang ilmu tersebut juga, aku jadi keteteran dan hanya menyimak semua percakapan di grup tersebut.

Jadi, pada kesempatan yang berbahagia ini, aku ga bakal  cerita tentang ilmu  itu, karena aku  belum paham banget. Bagi yang tertarik tentang ilmu itu, boleh hubungi aku, nanti aku kasih tau  inpoohnyaaah. Okay?  

Nah, yang mau aku share di sini itu, justru ga ada kaitannya dengan ilmu tadi. Ini justru disampaikan disela-sela belajar di grup itu karena oleh sang gurunya, karena melihat semua yang tergesa-gesa dalam mendapatkan materi yang berkaitan. Maka, seolah ada petir di siang bolong, langsunglah ilmu itu merasuk ke kalbuuuu. Bikin sulit untuk lupa. Eaaak!

KENAPA? KARENA AKU PRIBADI, SERINGKALI MERASA ADA PADA POSISI TERSEBUT. PENASARAN PADA SUATU HAL, PADA SESUATU  YANG INGIN DIKERJAKAN, PADA SUATU TARGET YANG INGIN DICAPAI, SAMPAI-SAMPAI  KADANG MELUPAKAN SEBUAH KATA SUPER BERNAMA SABAR. 

 

Lebih buruknya? Kadang jadi ga sadar kalau udah ga adil sama diri sendiri. Dikira hidup cuma untuk sekolah aja? Dikira hidup bisa sendiri aja? Cedihhh…

Yap! SABAR! Bila katanya cinta terbagi seven, maka SABAR terbagi ga hanya terbagi SEVEN. Yesss?

Barangsiapa yang menyegerakan sesuatu sebelum waktunya, niscaya dia akan dihukum dengan keterhalangannya. 

Itu  tadi adalah penggalan pesan yang tadi aku bilang merasuk kalbu. Huks.

(Setelah browsing di Mbah google itu merupakan salah satu bait pada sebuah kitab fikih, Kitab Mandzumah Ushulil Fiqhi wa Qawa’idihi) Boleh dibenerin juga ya kalau ada yang lebih paham. Farrah baru baca sedikit.

Nah, setalah baca itu tadi, aku jadi diam beberapa saat. Mikir, ngomong sendiri dalam hati. Makjleb! Exactly!!! Jadi ingat ada hadist riwayat Bukhari  (benerin ya kalau salah) yang rasanya pernah dibahas juga dulu di pengajian, isinya kira-kira isinya begini: Sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sifat yang dicintai oleh Allah, yaitu sabar dan tidak tergesa-gesa.

Berikut lanjutan penggalan pesan tadi:

Seorang penuntut ilmu yang tergesa-gesa ingin menguasai suatu disiplin ilmu, padahal pemahaman dasar belumlah memadai, niscaya dia akan mendapat kesulitan, baik berupa keputus-asaannya untuk meneruskan, atau rasa malas, atau yang lainnya.

Iya yes?

Al-Qur`an aja juga diturunkannya ga sekaligus semua. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah ditegur oleh Allah karena Beliau tergesa-gesa dalam menirukan bacaan al-Qur’an Malaikat Jibril, kata demi kata sebelum Malaikat Jibril selesai membacanya. Tujuannya agar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam benar-benar memahami ayat yang sedang diwahyukan kepadanya. Ini ngutip di sini: https://almanhaj.or.id/3673-tergesa-gesa-penyakit-manusia.html.


Silahkan dinikmati, diresapi, dan semoga bermanfaat ya tulisan ini.

Farrah pribadi, merasa diingatkan sekali  oleh pesan tadi, karena ga jarang ada di kondisi:  pengen segera tau semuaaaa, pengen cepat tau ujungnya seperti apaaaa, sampai jadi lupa waktu, sebelum tidur jadi mikirin itu terus sampe lupa baca doa mungkin, atau jadi susah tidur. Atau juga, jadi malas karena stuck, hilang semangat. Ga sadar, ternyata itu lagi dihukum sama Allah.

Makasi ya udah mampiiir. ^_^

  • view 107