Hari ini: sepeda dan merdeka

Farrah Hanum
Karya Farrah Hanum Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 17 Agustus 2016
Hari  ini: sepeda dan merdeka

Catatan ini aku tulis adalah sebagai reminder diriku dalam memaknai tujuh belas Agustus hari ini. Beberapa hari ini lagu "Tanah Airku" terdengar lebih menggetarkan hati. Berita-berita yang berseliweran membuat beberapa dari kami mengeluarkan kalimat, "sedih ya, denger beritanya", atau "kadang gregetan ya, ga tau harus bantu dengan cara apa." Iya. kegaulauan semacam itu. Kamu mungkin juga merasakannya.

Tanah airku tidak kulupakan
'kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak 'kan hilang dari kalbu
Tanahku yang kucintai
Engkau kuhargai

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tujuh belas Agustus-an kamu dilewati dengan kegiatan apa?

Aku? Setelah  berkutat dengan deadline yang semakin mendekat, sore ini akhirnya aku memerdekan kembali ban sepedaku dari tugas beratnya selama beberapa hari ini, yang dalam keadaan tidak optimal harus mengangkut aku kemana-mana dengan cara memberi tambahan angin. Hihihi. Apalah. Ga nyambung. Gapapa. Disambungin aja. Oke? Sipp

Seperti  ban sepedaku  tadi, yang baru  saja di-merdeka-kan kembali, Indonesia kita juga. Ada banyak hal yang masih terus harus kita perjuangkan kemerdekaannya, masih harus kita perbaharui kemerdekaannya untuk menyempurnakan kemerdekaaan yang sudah tidak muda lagi ini. Sampahnya. Macetnya. Air bersihnya. Dan banyak lain lagi. Aku yakin kamu punya serentetan list-nya. kan kan kaan?

Quote of the day-nya inspirasi pas sekali.  Hanya ada satu tanah yang dapat disebut tanah airku. Ia berkembang dengan usaha, dan usaha itu adalah usahaku. Begitu kata Bung Hatta.

Iyaa, kawan. Usaha kita. KITA. Oke?

Di dalam Al-Quran, Allah juga bilang, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka. (QS 13:11)" Semua pasti sering dengarkan? 

Aku, mungkin hanya bagian kecil dari kita semua yang coba melakukan yang  terbaik di bidangnya masing-masing untuk memajukan Indonesia kita. Maka, tetaplah kamu semua pada usahamu itu. Jangan pernah malu. Mari kita percaya, setelah kepayahannya saat ini, Indonesia kita pantas untuk benar-benar berbahagia dan merdeka, dan kebahagiaan itu karena usaha kita. 

Seperti mengendarai sepeda, kita harus tetap bergerak untuk menjaga keseimbangan. Begitu kata kakek Albert Einstein. 

Selamat merayakan hari kemerdekaan, Indonesia. See you very soon.

Nb: Hari ini aku pakai baju  tema merah putih lho, terus ditanyain temen di lab. Kok tumben pake baju warna merah? Dan dengan bangga aku jawab, "Today, Indonesia is celebrating its independence day and I want to celebrate it eventhough from a far." :) :) :)

  • view 171