Sebuah pengingat : Aku belajar lagi darimu.

Farrah Hanum
Karya Farrah Hanum Kategori Renungan
dipublikasikan 16 Agustus 2016
Sebuah pengingat : Aku belajar lagi darimu.

Minggu lalu kampus tempat aku belajar saat ini sedang mengadakan open campus. Ini merupakan acara tahunan yang diadakan kampus untuk memberikan informasi lebih banyak dan detail mengenai kampus  kepada para siswa SMA yang akan melanjutkan studi  ke perguruan tinggi. Ada yang datang bersama orang tua, ada yang datang bersama teman-teman satu sekolahan dan yang datang sendiri juga. 

Poin dari tulisan ini bukanlah pada apa yang ingin saya mengenai kampus saya dan segudang kegiatan di  dalamnya, tapi ada satu hal menarik yang saya tangkap sore hari itu. Hal yang mungkin hampir setiap sore bisa saya lihat. Tapi hari itu, hal tersebut terlihat lebih menarik. Iya, antrian menunggu bus. 

Setiap sore, sekitaran pukul 5 sore adalah jam-jamnya public transportation ini ramai. Di  sini mereka menyebutnya `rush hours'. Nah, pada jam ini akan terlihat antrian antrian rapi yang menurut saya selalu mengagumkan ini  di setiap halte bus. Namun sore kemarin, antrian itu terlihat lebih mengagumkan. Jika biasanya antrian yang saya lihat itu sekitar 3-4 meter, maka kemarin sore itu panjang  antriannya mungkin mencapai 6-7 meter. Dan, kalau biasanya antrian yang saya saksikan sekitar pukul 5 sore, maka antrian pada gambar di atas adalah sekitar pukul 2-3 siang.  Siang hari di musim panas di kota ini akan mencapi 38-39 derajat celcius dimana dengan kelembaban udara yang  tinggi ini akan terasa lebih panas, sehingga berasa sepeerti 40-41 derajat celcius. Setidaknya, begitu yang weather forecast telepon pintar saya tuliskan. Dan bagi saya pribadi, jika tidak karena sesuatu yang penting, maka saya akan lebih memilih berada di ruangan lab yang sejuk atau  menunggu sedikit sore untuk melakukan sesuatu di luar ruangan. Tapi setelah melihat ini, saya jadi berpikir panjaaang sekali, sepanjang antrian itu. Banyak pertanyaan iseng yang muncul di kepala saya. Seperti, kok mereka bisa tahan ya panas-panas begini ngantri sepanjang itu?  Kalau  di negaraku, kapan ya aku bisa liat antrian semacam  ini? Dan masih  buanyaaak lagi. 

Kemudian, pertanyaan-pertanyaan tersebut bermuara pada kata sifat yang dinamai disiplin. Bagaimana sifat tersebut tertanam pada jiwa setiap generasi mereka dan bagaimana sifat tersebut menciptakan keteraturan dan membesarkan mereka hingga hari ini. Dan seperti yang kita semua sudah paham, sifat yang dibiasakan sedari kecil akan menjadi  akhlak dan karakter. Maka, kebiasaan yang baik maka akan membentuk akhlak dan karakter yang baik. Dan kita semua punya pedoman untuk semua dan segala sifat baik itu. Ya, kitab suci agama kita.

Pendidikan adalah salah satu hal yang penting dalam membangun negara dan akhlak (karakter) yang baik adalah motor penggerak dalam setiap prosesnya. 

 

  • view 195