Pagi, malam, matahari, bulan, langit, bumi.

Farrah Hanum
Karya Farrah Hanum Kategori Renungan
dipublikasikan 29 Juli 2016
Pagi, malam, matahari, bulan, langit, bumi.

Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, demi bulan apabila mengiringinya, demi siang apabila menampakkannya, dan demi malam apabila menutupinya, demi langit serta pembinaannya, demi bumi serta penghamparannya, demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (QS- As Syams 1-10). 

Surah ini dijadiin lirik lagu juga oleh sebuah grup, pernah denger kan ya? Dulu di rumah sering sekali memutar kasetnya. Jadi teringat di luar kepala sampai sekarang dan tiap pagi yang cerah bawaannya selalu secara otomatis senandungin lagu ini. Seperti tadi pagi, sambil sepedaan ke kampus. Padahal udah terlambat masuk ke presentasi lab. Hahaha.

Do you know? Menurut aku, surah ini bikin aku selalu bersyukur. Bersyukur dengan kesempurnaan segala pengaturan yang ada di langit dan bumi ini. Siangnya, malamnya, mataharinya, bulannya, langit, bumi. Semuanya. Jadi, mau bumi bulat atau datar, mau yang berputar itu bumi atau matahari. Pelajarilah. Diskusikanlah. Namun, jangan terpecah. Mensyukuri kesempurnaan penciptaan ini lebih penting. 

Bayangkan kalau ga ada siang dan malam? Bayangkan kalau bumi ini selalu siang atau selalu malam? 

Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan? (QS Al Qasas 72)

Selain kebersyukuran, surah ini juga selalu mengingatkan aku bahwa untuk menjadi beruntung atau merugi adalah pilihan kita. Jadi, kita mau pilih yang mana?