Ketika tulip dan sakura bercinta.

Farrah Hanum
Karya Farrah Hanum Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 05 April 2016
Ketika tulip dan sakura bercinta.

Ketika tulip dan sakura bercinta. Maka wajah bahagia terukir di wajah sesiapa nan memandangnya.

Menikmati musim semi di negeri yang terkenal dengan sakura-nya ini, tentu saja tidak akan afdol jika tidak mengunjuni taman-taman indahnya yang penuh dengan si ?bunga cantik ini. Tapi kemaren sedikit berbeda, sejauh mata memandang, syukur tak henti terucap. Dua bunga indah ini sedang menebar cinta di taman ini. Begitu indah warna-warni mereka, meski siang itu masih sedikit mendung setelah hujan semalaman, namun warna-warna indah itu mencerahkan hati dan wajah-wajah sesiapa nan memandangnya.

Teringatkan kepada ?suatu quote yang pernah aku dengar,?"Hujan, bukan petirnya yang menyuburkan tanah, bukan pula gemuruhnya yang menumbuhkan bunga."?

Iya, begitulah, memang bukan petir, memang bukan gemuruh. Lembutnya air hujan yang membasahi tanah sehingga mampu menumbuhkan bunga-bunga indah ini. Iya, bukan teriakan, bukan pula amarah yang dapat menyentuh hati. Tetapi tutur lembut, senyum tulus. Begitu bukan?

Jadi, bila dengan senyum dan kata baik kita bisa menciptakan cinta dan kasih sayang, mengapa harus bersusah payah mengotori mulut dan hati?

Dilihat 164

  • Dinan 
    Dinan 
    1 tahun yang lalu.
    Aku suka kesimpulannya

    Bila dengan senyum dan kata baik kita bisa menciptakan cinta dan kasih sayang, mengapa harus bersusah payah mengotori mulut dan hati?

    Mantap

    • Lihat 3 Respon