The Sisters (PART 1)

Faris Luthfi
Karya Faris Luthfi Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 12 April 2016
The Sisters (PART 1)

Jangan dibaca jika kamu tidak akan mengerti.

Jangan dibaca jika kamu masih dibawah umur.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

 

[ Maaf bahasa agak berbelit, dan tak ada dialog]

.

[ Karena ini hanyalah gambaran apa yang akan dibuat filmnya. Hampir tak ada dialog ]

.

.

.

.

.

.

Ini adalah semacam pencapaian tersembunyi.

Narkoba sudah menjalar di beberapa titik di kota itu.

Bahkan tak segan para pengedar melakukan transaksi barang haram itu di sekolah.

------------------

Pengedar ini adalah seorang siswa juga, bernama Elka. Nama lengkapnya Elka Suryana. Dia duduk di bangku kelas XII di sebuah sekolah kejuruan. Hidupnya sudah 3 tahun mengabdi kepada barang haram itu. Dia memiliki adik, namanya Salma Ariyanti. Adiknya beda dua tahun dengan kakanya, dia kelas X di sekolah yang sama.

Mereka hidup berdua, di sebuah rumah yang sudah ditinggal 4 tahun oleh kedua orang tuanya karena terjadi kecelakaan tepat di depan rumah mereka. Orang tua nya baru saja pulang dari kota yang jauh karena ada urusan dengan keluarga sang Ayah (Kakek untuk anaknya), karena Ayahnya hendak menikah kembali setelah 3 tahun menyendiri ditinggal istri tercinta. Ketika itu mobil yang ditumpanginya biasa parkir dulu di depan rumah, ya, di pinggir jalan. Tiba-tiba terjadi kejar-kejaran antara Polisi setempat dengan anggota geng yang menggunakan mobil sedan. Mobil yang dikendarai geng tersebut oleng karena terjadi pula aksi tembak menembak. Ayah kedua anak itu menyadari ada hal yang tidak beres di depannya, namun sayang, ketika ayahnya baru saja keluar dari mobilnya, ia tertabrak mobil geng itu, ditambah sang ibu kedua anak itu terkena peluru nyasar dari geng tersebut. Setelah menabrak kedua orang itu, mobil geng tersebut terguling dan tergilas truk pembawa mobil-mobil sedangkan mobil polisi hampir saja tergilas. Kedua orangtuanya seketika meninggal di tempat kejadian. Anak-anaknya menangis histeris.

Kejadian itulah yang sebenarnya membuat Elka frustasi tak mendapat biaya sekolah dan kehidupan dia dan adiknya, yang lalu diajak bergabung dengan mafia narkoba di sebuah tempat paling tersembunyi. Bodohnya, adiknya tak mengetahui pekerjaan kakaknya selama ini.

 ------------------------------------------------ 

Mereka seperti biasa belajar. Bertemu ketika istirahat dan makan bersama, tetapi untuk pulang, mereka selalu sendiri-sendiri. Kunci rumah selalu diberikan kepada adiknya karena dia pulang lebih dulu dibanding Kakaknya. Kakaknya seperti biasa menyetor hasil penjualan dagangan haram tersebut tanpa sepengetahuan adiknya ke salah seorang seniornya yang biasa mangkal di warung tak jauh dari sekolah. Terdengar terjadi percakapan antara mereka berdua. Setelah mendapatkan komisi nya sekitar 70% itu, ia bergegas pulang.

 ------------------------------------------------ 

Kakaknya pulang jam 5 sore, adiknya seperti biasa tidur-tiduran di sofa sambil menonton televisi karena tadi kelelahan setelah mengikuti latihan rutin beladiri di sekolah. Kakaknya menyimpan barang belanjaannya karena tadi sempat pergi ke supermarket. Mereka makan malam seperti biasa.

 ------------------------------------------------ 

Ketika di sekolah, ada salah seseorang yang ingin menjatuhkan mereka berdua. Dia adalah Alden, musuh dari Elka. Dia pernah dipermalukan di depan kelasnya oleh Elka. Motifnya, dia ingin membalas dendamnya, sekaligus penasaran, apa yang membuatnya bisa bertahan hidup sedangkan kedua orangtuanya sudah tiada. Elka terus diikuti oleh Alden. Hingga pada akhirnya, Alden kaget, Elka melakukan negosiasi dengan salah seorang siswa di sudut sekolah, apalagi kalau bukan transaksi barang haram itu. Alden yakin, jika ini diberitahu kepada adiknya, akan terjadi kekacauan diantaranya. Agar lebih kuat, ia memotret kejadian itu sambil zoom in agar terlihat jelas.

Alden yang pergi meninggalkan kejadian itu langsung menuju kelas adik Elka, 2 blok dari tempat tadi. Ia memanggil anak itu dan mengajaknya mengobrol di taman. Alden awalnya basa basi, namun tak berapa lama ia langsung ke pembicaraan inti yang menurutnya Kartu As balas dendamnya. Salma tak percaya akan peristiwa itu karena tidak tahu apa yang kakaknya lakukan selama ini. Yang  ia tau hanya kakaknya sering membantu di warung-warung bahkan restoran-restoran tengah kota. Tak cukup puas, Alden pun menampilkan bukti yang ada di ponselnya. Salma menangis sambil tak percaya, apa yang ia makan dan yang ia bayar untuk SPP-nya adalah hasil haram kakaknya. Salma berterima kasih dan langsung pergi ke kelasnya. Alden hanya bisa tertawa puas, tinggal menunggu prosesnya.

 ------------------------------------------------ 

Seketika di rumah kedua anak itu keadaan pecah. Kakaknya yang baru selangkah masuk ke dalam rumah langsung dilempari vas kaca. Kakaknya bertanya-tanya, apa yang terjadi. Dengan termehek-mehek, adiknya berteriak bahwa dia sudah tahu kakaknya menjual barang haram. Menurutnya, lebih baik di kolong jembatan dan menjadi pemulung ketimbang hidup seperti ini bergelimang dengan yang haram. Kakaknya membela diri, ia sudah tak tahu harus bagaimana agar bisa bersekolah. Namun, adiknya tak mau tau, kakaknya harus keluar dari lingkar narkotika itu. Elka langsung memeluk adiknya sambil menangis, menyadari perbuatannya yang selama ini menipu adiknya sendiri. Elka berpikir, dia adalah satu-satunya saudara dekatnya yang masih ada. Keluarga dari ayah dan ibunya entah kemana karena mereka malah mempercayai desas-desus kedua anak itu juga menjadi korban tabrakan.

Salma terus mengatakan kepada kakaknya sambil menangis untuk keluar dari sana, dia begitu sayang dengan kakanya, tiada lagi orang yang paling setia dengannya selain kakaknya sehingga ia tak mau kehilangan kakaknya meski seharipun. Apapun yang mengancam nyawa kakaknya, dia akan korbankan apapun meski nyawa sekalipun. Elka yang mendengar kata-kata itu langsung bergegas meninggalkan rumahnya menuju gedung tempat dimana mafia narkotika ada di kota itu. Salma masih menangis tak percaya ini semua terjadi menimpanya.

 ------------------------------------------------ 

Gedung ini terlihat dari kejauhan sangat hitam tak terurus. Saat masuk gerbang gedung itu, dia disambut senyum penjaga. Elka tak membalasnya, penjaga itu kebingungan. Setelah berada di lantai 4, dia disambut baik oleh boss nya yang bernama Bos Kandova. Kandova memuji Elka di depan pengedar yang lebih senior dari Elka karena kemahirannya menjual narkoba di sekolah tanpa ada yang tahu pihak sekolah.

Setelah memuji, dia bertanya apa maksud kedatangan Elka, karena jarang sekali dia datang. Langsung saja to the point, ia bilang ia ingin keluar dari sana. Kandova terkejut, namun memperlihatkan senyum palsu. Kandova menolak. Pasalnya, hanya Elka yang mampu bertahan selama ini dalam jaringan mafia narkotika-nya. Hanya dia yang mampu menghasilkan penghasilan 2x lipat dibanding senior-seniornya. Elka tetap ngotot.

Kandova berdiri dan pergi menatap jendela, sambil berkata boleh saja asalkan adikmu-lah yang jadi penggantinya. Elka kaget, mengapa mereka mengetahui dia memiliki adik perempuan. Kandova menjawab, dia punya mata-mata di sekolah. Adiknya yang begitu cantik dan manis bisa menjadikan “mainan” di gedung itu.

Mendengar kata-kata itu, Elka berkata, “Ku potong ‘senjata’-mu jika kau berani menyentuh adikku”. Tak berfikir panjang, Elka memukuli senior-seniornya sehingga terjadilah perkelahian. Namun karena kurangnya pengetahuan tentang bela diri, dia terkalahkan, dan akhirnya dipenjara di sudut gedung yang paling gelap. Setelah ia dipenjara, Kandova berbicara dia akan membawa Salma ke gedung itu dan segera menjadikan “mainan”-nya. Elka berteriak tak terima namun apalah daya dia tak bisa berkutik apa-apa.

 ------------------------------------------------ 

Pukul 10 malam, Salma khawatir dengan kakaknya. Dia yang kelelahan menangis itu mengantuk dan langsung tidur. Namun, pintu rumah tiba-tiba di dobrak, Salma kaget dan segera berancang-ancang, Mafia pengejar Salma atas suruhan Kandova itu langsung menangkap Salma setelah ia kalah ketika beladiri. Salma dimasukkan kedalam mobil van, namun ada seseorang yang memantau kejadian itu.

 ------------------------------------------------ 

Setelah berada di gedung kembali, Salma ditali dengan kursi di ruangan Bos Kandova, sedangkan kakaknya dibawa kembali ke ruangan itu dan ditali sambil dijaga 3 seniornya. Kandova pun memberikan pilihan, apakah ia ingin melanjutkan pekerjaannya tetapi adiknya aman, ataukah berhenti namun adiknya lah yang disandera selamanya.

Adiknya kembali menangis, entah apa yang ia harus lakukan, apakah ia harus merelakan dirinya ataukah harus hidup dengan barang haram itu. Kakaknya langsung berkata, ia tetap akan berhenti. Salma semakin menangis dan memarahi kakaknya yang bodoh itu. Ia memarahi, untuk apa jika kau berhenti tetapi saudaramu saja direnggut orang. Elka dengan tatapan kosong bingung apa yang ia harus lakukan. Ia sekilas mendengar suara gaduh di bawah sana (di gerbang), suara itu tertutup tawa Kandova  karena melihat drama itu dan hinaan dari adiknya.

Tapi, tak berapa lama, ruangan bos itu ditembak dari luar oleh polisi yang berdatangan, sedangkan dalam ruangan tersebut terjadi kewalahan. Polisi-polisi bergegas menuju ruangan itu atas laporan dari seseorang yang misterius tadi. Tak lebih dari 2 menit terjadi tembak menembak, ternyata orang misterius itu adalah Alden. Alden kaget melihat Salma sudah pingsan karena dipukuli senjata sebanyak 2 kali oleh Kandova. Hendak menyelamatkan Salma, ia melihat Elka malah ditangkap polisi karena terlihat sedang baku tembak dengan mafia lainnya yang dikira polisi adalah sama-sama mafia. Alden yang meneriakkan “Itu kakaknya!” tiba-tiba terhenti karena ditembak dibagian dada nya yang hampir mengenai jantungnya oleh mafia disana. Salma yang samar-samar menatap peristiwa itu kaget melihat Alden, namun tak berapa lama ia kembali pingsan.

Suasana menjadi normal, semua mafia termasuk Elka ditangkap dan ditahan polisi meskipun beberapa ada yang tewas, kecuali Bos Kandova. Salma dan Alden dibawa ke rumah sakit yang berbeda. Akhirnya mafia narkotika disana sudah menghilang.

.

.

.

.

[BERSAMBUNG..........................]

 

Terima kasih sudah membaca ^_^ share komentar kamu dan follow, ya!

  • view 115