Perempuan Dalam kontestasi dan inovasi R.A Kartini

Farid Harja
Karya Farid Harja Kategori Tokoh
dipublikasikan 26 April 2017
Perempuan Dalam kontestasi dan inovasi R.A Kartini

Bismillah.

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh Karena Allah Telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan Karena mereka (laki-laki) Telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. sebab itu Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh Karena Allah Telah memelihara (mereka). wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.(an-nisa; 34)

Dalam sebuah hadist dijelaskan (maaf kami tidak hafal hadist-nya,Red). seorang wanita pernah mendatangi 'Aisyah as. salah seorang istri Rosul, dan bertanya: kenapa kami kaum wanita tidak di perintah dan diikutkan dalam berperang (berjihad) sedangakn kamipun ingin syahid..? sambil tersnyum saidah 'Aisya menjawab; "jihadnya kamu(kaum wanita) dirumah kalian sendiri".

Namun yang sungguh kita herankan dan banyak terjadi sekarang, banyak wanita yang ingin menyamakan kedudukannya dengan kaum pria, bahkan yang lebih ironisnya lagi ingin mengalahkan kedudukan tersebut. Naudzillah...

Tidak perlu kiranya kita mengambil contoh jauh-jauh kenegeri orang, dinegeri kita sendiri saja misalnya; kita bisa dengan jelas dan nyata melihat serta menyaksikan sendiri perebutan kedudukan dan tahta tersebut, seakan menjadi ajang untuk mereka (kaum wanita, Red) memperlihatkan kalau mereka bisa menandingi dan menyamai kedudukannya dengan kaum pria.

Negara kita memang negara demokrasi tapi nilai-nilai yang ditanamkan oleh Islam harus tetap dipegang dan dipertahankan, lebih-lebih lagi yang mengadakan perebutan kekuasaan tersebut adalah wanita Islam, tidakkah ia sadar akan itu...??

Mari kita coba memahami dan mencermati ulang kata-kata "tiang" disini, tiang disini berarti hanya sebuah penyangga dan pembantu berdirinya sebuah bangunan, bukan inti dari bangunan tersebut. Artinya; wanita boleh-boleh saja berkarya dan berjuang untuk negara tapi bukan harus menjadi pemimpin. Karna ia-nya hanyalah sebuah pembantu dan penyangga, sungguhpun demikian peranan dan kehadirannya sangat dibutuhkan da diperlukan untuk berdirinya sebuah bangunan yang kuat dan kokoh.
Wallu a'lam bishowab..

Billahitaufikwal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

  • view 72