Jum'at Yang Teduh

Farichatur Royyana
Karya Farichatur Royyana Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 24 Juni 2016
Jum'at Yang Teduh

 

Kalau kita tahu bahwa ada orang yang bangun jauh di dini hari memasak sesuatu yang kita beli di pagi hari, mungkin kita akan terkejut bahwa semangkuk bubur ayam yang kita makan dengan lezat di pagi hari adalah buah karya tangannya, buah kekuatan badannya mengalahkan dinginnya malam dan rasa kantuk. Buah kesabarannya mengalahkan keluh kesah dan kepercayaannya pada hari esok yang lebih baik.

Bila kita bisa menghargai setiap makanan yang kita makan, bahwa setiap sendoknya lahir dari perjuangan yang tidak sederhana sama sekali. Sejak dia berupa benih padi hingga tersaji di piring yang ada di ruang makan rumah kita. Ada begitu banyak tangan yang memperjuangkannya untuk hidup dan menjadi nasi yang kita makan. Maka, kita tidak akan menyia-nyiakan makanan yang kita makan, tidak menyisakannya, dan tidak juga mengambil terlalu banyak.

Karena rasa syukur tidak sekedar ucapan doa seusai makan tapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata. Dan jangan lupa berbagi. Jangan lupa untuk tidak menawar dagangan yang mereka dorong dari pagi hari, bila perlu lebihkan sedikit bayarnya. Kalau ada anak-anak jalanan di dekatmu, ajak mereka makan bersama, karena membahagiakan orang lain adalah hal yang sederhana tapi banyak orang mencarinya dengan cara yang rumit.

Selamat hari jum'at.

#selfreflection #muhasabah #nasehatdirisendiri #langitlangit #masgun 

  • view 175