Pertemuan

Pertemuan

Fara NS
Karya Fara NS Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 03 April 2016
Pertemuan

Pertemuan yang singkat "katanya", nyatanya selalu berkesan lebih baik dari sekedar saling menyapa dalam pesan.?

Ini pertemuanku denganmu kemarin malam, diiringi hujan yang juga sempat menghujam jantungku tentang perasaan yang lalu. Secangkir kopi juga menjadi saksi pertemuanku denganmu, meski tanpa kata; kutahu dia tak pernah berdusta. Tidak seperti perasaanku yang setiap waktunya berdusta pada rasa yang kuanggap itu abadi. Aku selalu bertanya pada waktu, mengapa tak kau izinkan aku melupakan yang lalu dan bertemu yang baru? katanya?"ini hanya soal Tuhan dan takdir".?Mungkin aku merasa jatuh dan cinta (lagi) atau sekedar (masih) cinta kemudian jatuh? Ini aku yang sudah jatuh berkali - kali dengan perasaan yang sama, tentang cinta yang tak pernah kumengerti kemana dia bermuara kemudian kembali yang?mengantam perlahan - lahan.?Aku selalu bertanya, mengapa kau selalu menemuiku disaat semua sedang baik - baik saja. Kau usik lagi, lagi, dan lagi. Tetapi, aku bahagia. Kau masih sempat menemuiku meski dengan cerita yang berbeda, dengan perasaan yang berbeda dan dengan tatapan yang sama; sebagai teman yang tak pernah mengeluh tentang kegalauanmu. Aku berharap pertemuan ini takkan usai.
Kau tak berubah rupanya, kacamata coklat dengan kumis tipis masih melekat di wajahmu. Senyuman manis yang menggetarkan hatiku setiap kau menemuiku. Ah, rasanya aku jahat bila aku menikmati keindahanmu sementara kau sudah menjadi miliknya. Rasanya ingin kubawa pulang saja dan kubiarkan kau menjadi penghias kamarku, agar aku tak pernah mengeluh kerasnya hidup ini. Sekedar delusi, menyakitkan. Lalu kami saling berhadapan dan memandang satu sama lain, rasanya ingin kukatakan padamu tentang perasaanku, tetapi ini jahat. Kau tersenyum dan membuyarkan lamunanku.?"Bisa kau jelaskan mengapa kau menemuiku atau masih dengan alasan yang sama seperti dulu?"?
................

  • view 168