Pergi Untuk Menunggu

Farah Awaliyah
Karya Farah Awaliyah Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 28 Januari 2016
Pergi Untuk Menunggu

<!--StartFragment -->

Siapa bilang aku salah? Tak pernah ada yang salah dengan rasa ini. Ia tercetus begitu saja tanpa ada komando dan pinta. Begitulah. Sejauh kita berpisah, justru rasa ini semakin kuat mengakar. Entah, kata-kata siapa yang akan kuturuti. Katamu, katanya, atau kata?hatiku sendiri?

?Semoga kelak akan lahir dari rahimmu anak-anakku yang sholeh dan sholehah,? ujarmu di ujung batas kita bersama. Perpisahan ini membuatku tenggelam, entah sedalam apa. Yang jelas mimpi-mimpi kita masih kugenggam erat dalam diamku, se-diam-nya kamu kepadaku.

?Pertemuan sungguh membuatku semakin tidak dapat melepaskanmu. Jangan paksa aku untuk menemuimu.? Hanya itu yang terlontar. Dan aku pun menyesal. Betapa selama ini ternyata kamu berusaha menolak bayang dan anganku. Sementara aku?

Pernah suatu saat rasa itu tercetus keluar dari mulutku. Entah karena sudah menumpuk tak terkira tinggi dan banyaknya, atau karena memang kapasitas daya tampung hati ini sudah diujung batas. Tak pernah terbayang hingga kini berapa muatan yang terpaksa kujejalkan padanya. Sungguh ini karena kamu. Karenamu? Karena?sungguh, betapa sulit menelan bulat-bulat setiap getir rasa yang tercipta. Betapa muak rasanya diri ini berusaha menghujamkan tangis dan sesal tidak pada tempatnya..

Jikalau ruang ini kan terus membentang tanpa henti dan ujung, akankan suatu hari ia bertemu dengan wajah penuh kepastianmu? Bila ternyata wajah lain yang kelak akan kutemui, masih adakah kau di balik sana mengintip wajah penuh kesenduan ini? Akan kah terselip harap agar mampu dan sanggup untuk?mengganti sosoknya dengan gagahmu

Bila masih rasa itu kau simpan, entah dengan genggaman yang masih sama eratnya dengan saat kita pertama berjumpa dulu?atau dengan genggaman yang mulai mengendur?atau bahkan dengan tanpa?genggaman?kuharap masih ada ruang untukku di sana. Agar rasa ini tak pernah mati. Agar cinta kita terbawa ruang waktu dan masa?

?

Semoga bertemu saat lebih baik. Semoga Ia berkenan menjaga rasa itu sampai saatnya tiba. Semoga Ia memberi kesabaran saat menunggu dan berbenah? ? Kamu

  • view 115