15 Juni

Farah Awaliyah
Karya Farah Awaliyah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 28 Januari 2016
15 Juni

<!--StartFragment -->

...alam selalu sejalan dengan tubuh kita. Ia mendengar apa yang tak kita ucap, mengerti apa yang tak kita paparkan, dan menyimpulkan segala sesuatu tentang kita, lewat belaian anginnya, debur ombaknya, rintik hujannya, dan terik panas mataharinya..

Aku selalu percaya itu. Bahkan siang ini ketika kembali kuucap kalimat-kalimat keyakinanku itu padamu adikku, aku bahkan sedang berusaha membisikkan itu pula pada hati kecilku. Apa yang kau ucapkan pada orang lain ternyata sedikit memberinya (manfaat), namun banyak memberi padamu, tentu aku tertohok ?oleh kesimpulan yang bertahun-tahun lalu coba kubuat sendiri. Siang ini dalam sedihmu, bisa jadi kau lihat aku tersenyum. Membohongi segala bentuk kekalutan hati. Entah bagaimana rasanya, bagaimana bentuknya. Tak lagi memiliki wujud.

Tahukan kamu wahai adikku, ketika perlahan kau mulai tersenyum, justru semestaku menjadi mendung. Kala itu juga aku sadar, bahwa aku terlalu lama menunduk. Padahal sudah bukan waktunya menyelami air. Ikan saja sepertinya sudah dari tadi berbisik, mengapa tak kunjung naik ke permukaan?

----------------------------------------------------------

Dalam keheningan?sore yang merajuk senja.

Beradu kemelut dengan kilatan cahaya Ilahi.

Menangis bersama rintik hujan 15 Juni...

  • view 110