Patah

Farah Awaliyah
Karya Farah Awaliyah Kategori Puisi
dipublikasikan 28 Januari 2016
Patah

Malam ini, dahanku patah satu. Membawa jatuh daun-daun yang melekat padanya. Yang sengaja kulekatkan padamu, dahan terkuat. Terurai di atas tanah bersama tumpukan sampah dedaunan yang juga milikku. Entah apa penyebabnya. Aku kah yang tak lagi menahanmu? Atau memang tak ada yang menguatkanku untuk itu?

Kau tahu, batangku kini semakin menampakkan guratannya. Tak lagi terhalang rimbunnya dedaunan. Setiap hujan ia basah. Di kala terik ia terpanggang. Kurasa ia juga mulai rapuh. Serapuh kamu. Bagaimana tidak, kini ia menerjang angin, hujan, dan panas tanpa bantuanmu!

Aku ini akar. Bilamana sengaja kutelan asupan kehidupan dan kusuntikkan padamu melalui xilem, itu agar kau olah dan kembali kau bagikan melalui floem. Agar jaringan-jaringan kita tumbuh dengan sempurnanya. Namun ternyata begitu sulit mempertahankanmu. Seolah-olah aku absen dari rutinitasku. Menyebabkan kerapuhanmu.

Kurasa kepergianmu akan membuatku kehilangan semi. Jangankan bunga, kuncup bakalnya pun rasanya enggan hadir. Tidakkah kau ingat bahwa kita telah bekerja keras bersama untuk itu wahai dahanku? Tidakkah ingin kau kembangkan lagi kelak bunga-bunga kita?

Ini aku, akar hidupmu. Orang yang kau sebut pendirianmu.?Sosok yang selalu rindu..yang selalu ingin berjuang bersamamu..