Filosofi Sebatang Pohon

Farah Awaliyah
Karya Farah Awaliyah Kategori Puisi
dipublikasikan 27 Januari 2016
Filosofi Sebatang Pohon

Aku kau kenalkan pada rintik-rintik hujan. Katamu mereka kawan. Padahal sama sekali kedatangannya tak pernah membahagiakan. Kubilang jangan datang, mereka justru melawan. Membuat malam tak pernah berhasil menidurkanku lelap. Membuat pagi tak pernah secerah harap. Bahkan menghadirkan siang sendu dengan gumpalan awan gelap.

Sepanjang itu kau berusaha membuat kami akrab. Mengajariku melepas ego dan amarah. Melemaskan titik-titik persendian yang kaku hanya karena emosi semata. Kemudian aku bertanya, lantas apa gunanya untukku bila hanya sekedar membuatku basah? Kau hanya terseyum. Mengajakku memandang bukit. Memperlihatkan betapa kokohnya pohon-pohon tinggi menjulang, kemudian berujar, ?..Ia dekatkan awan penghujan tepat di atas kepalamu. Lantas Ia tumpahkan rintik-rintik hujan itu di sekujur kepala dan tubuhmu. Agar kau tahu, bahwa layaknya pohon-pohon di puncak bukit sana, yang akarnya kuat menjejak di dalam tanah, kau juga perlu air untuk terus tumbuh. Masih mau menyerah dengan keadaan?

?


Dari aku, yang selalu pura-pura lupa mengucapkan terima kasih.

  • view 232