Pindah

Farah Awaliyah
Karya Farah Awaliyah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 27 Januari 2016
Pindah

Ada satu masa di mana saya mulai bisa merelakan setelah memaknai arti ?berpidah?. Satu-dua bulan.. setengah tahun? satu tahun? hanyalah sebuah bilangan yang semula saya anggap sebagai tolak ukur keberadaan saya. Saya yang seorang melankolis tulen, INFP tingkat akut, terkadang susah sekali memendam perasaan. Termasuk soal singgah, hinggap, tinggal, dan mendiami yang seratus persen saya kaitkan dengan hati. Lebih-lebih soal kenyamanan dan keterikatan batin saya dengan apa-apa yang saya kunjungi, dan kemudian saya putuskan untuk saya tempati. Sejujurnya saya bukanlah sosok yang meremehkan itu, sehingga mungkin bisa dibilang saya susah sekali untuk move ke hal baru. Waktu adalah satu-satunya komponen penting yang saya butuhkan untuk menata hati, membuka lembar-lembar baru. Terhitung lima kali saya ?terpaksa? berpindah selama empat setengah tahun ini. Tak terhitung berapa kali saya harus mengalahkan ego untuk maju dan mengambil keputusan pelik. Tak terhitung juga berapa kali saya terpaksa membiarkan air mata saya jatuh di tengah-tengah kesibukan saya memindahkan barang, mengepaknya rapih, hingga menatanya kembali di sudut yang berbeda. Meninggalkan lapis-lapis kenangan yang sudah terbentuk, bahkan mungkin belum, namun sudah terpaksa terlapisi oleh rasa yang berbeda. Suasana yang berbeda, orang yang berbeda, dan kenangan yang berbeda pula.

  • view 74