Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Inspiratif 21 Mei 2018   21:08 WIB
Bunga Karya Tak Boleh Layu

Salah satu kreativitas yang dititipkan pada saya adalah menulis. Menulis menjadi bayang kesulitan bagi sebagian orang. Padahal, Menulis tidak melulu dimulai dari seorang yang memiliki passion di bidang ini. Menulis juga tidak melulu dikuasai oleh seorang yang kaya akan kosakata.

Saya pernah membahas mengenai ini dengan salah satu teman, ia mengatakan tak bisa menulis karena memiliki gaya bahasa yang kurang baik. Kemudian saya mengatakan padanya bahwa setiap kepala memiliki gaya bahasa yang berbeda, ini tidak lagi membicarakan soal baik atau kurang baik, benar atau kurang benar, tetapi menulislah dengan jujur.

Penulis yang cerdas bagi saya adalah penulis yang mampu mentransfer isi kepalanya pada pembaca. Pembaca paham maksud si penulis dan pembaca dapat merasakan keresahan yang sedang dirasakan dari tiap kata yang tertulis. Pertanyaan masuk pada saya, mengapa sebagian huruf yang dirangkai menjadi sebuah kalimat di dalam satu buku seperti tidak bernyawa? Mengapa pembaca tidak memasukkan sebuah buku karangan penulis ini ke dalam list semacam reading challenge?.

Kalau saya boleh menjawabnya, ini dikarenakan penulis yang tidak jujur. Tulisan mampu bernyawa karena kejujuran si penulis. Selebihnya, saya tidak tahu. Hanya teknik ini yang saya gunakan tiap menuliskan keresahan pribadi saya. Menulis memang tidak mudah karena yang dihadapi adalah para pembaca. Pembaca yang barangkali sangat kaya kosakata, pembaca yang tak suka dengan rangkaian kata penulis atau pembaca yang suka sekali, namun tidak menyelesaikan sampai akhir halaman, dan pembaca aktif yang selalu menunggu tulisan si penulis.

Bayangkan jika kau menjadi salah satu orang yang takut memulai karena merasa karyamu tidak sebagus karya oranglain. Bayangkan jika kreativitas yang bisa kamu asah, menjadi tak berarti hanya karena rasa takut dengan komentar oranglain. Komentar akan selalu hinggap di telinga sebab itu adalah percikan api yang dapat membakar diri, hal ini bertujuan untuk menciptakan karya yang jauh lebih indah. Bayar seluruh komentar buruk, tertawaan, hinaan dengan karya hasil jerih payahmu sendiri.

Karya yang kau puja-puji itu, karya yang telah terlatih dan terbakar lebih dulu sebelum diputuskan lahir oleh penulisnya. Bukan karya yang lahir tanpa ada hambatan. Penulisnya yang berhasil mengemas kekuatan karya melalui luapan cibiran oranglain. Kreativitas tumbuh untuk diasah bukan untuk ditutupi. Kreativitas menjadi mundur satu langkah jika disembunyikan dari rasa takut yang kau hidupi sendiri. Biarkan komentar dari oranglain tumpah membasahi hatimu, tetapi percayalah bunga karya yang baru akan tumbuh jauh lebih mekar dari yang lalu. Bunga karya yang tercipta dari sayatan, timpaan, goresan akan lebih ternilai dan dicintai banyak kepala. Bersabar dan belajarlah tanpa henti. Bersabar dan cintailah karyamu sendiri. Jangan biarkan kreativitasmu mundur terhalang dikarenakan cibiran kasar manusia. Jangan biarkan bunga karyamu layu karena oranglain. Percayalah pada kemampuan yang sudah Allah berikan untukmu, ingat tidak semua orang diberkahi kemampuan serupa. Sekali lagi, bunga karyamu tak boleh layu.







Fanni Zati Hulwany

Karya : Fanni Zati Hulwany