Arti Sebuah Komitmen

Fakhrizal Muttaqien
Karya Fakhrizal Muttaqien Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 07 Juli 2016
Arti Sebuah Komitmen

Tahun ajaran baru di sekolahku pun masuk. Murid-murid baru yang telah di ospek kemarin kini sudah mulai belajar di sekolah mereka yang baru. Termasuk Riandini, salah satu wanita yang dekat denganku. Aku tidak bisa menyebutnya sebagai pacarku, karena aku memang tidak jadian dengannya, tapi aku juga tidak bisa menyebutnya teman biasa, karena aku sangat dekat dengannya, tapi kami saling menyukai dan menyayangi. Jadi mungkin bisa disebut teman dekat saja. Aku Alvian, seorang siswa kelas 3 sekolah menengah atas islam di Bandung. Hubunganku dengan Riandini sudah berlangsung sekitar dua tahun, satu tahun kita pacaran, dan beberapa bulan kita sempat putus dan lost contact. Namun aku dan dia ternyata masih sama-sama memendam rasa yang sama, jadi kami putuskan untuk membangun sebuah komitmen. Banyak yang bertanya, ?kenapa tidak jadian lagi saja ??. Aku pun sempat terpikir seperti itu, tapi Riandini berkata kepadaku ?apa artinya sebuah status, tanpa ada komitmen yang kuat diantara kita berdua?. Perkataan itu cukup bagiku untuk membangun keyakinan atas terjaminnya kebersamaan kita berdua. *** Namun ada satu kejadian yang sempat membuat keyakinanku tadi luntur. Ketika aku mengetahui bahwa ternyata salah satu teman barunya yang sekelas menyukai Riandini. Keraguanku pun muncul ketika tersebar kabar tak sedap yang mengatakan bahwa Riandini dan teman barunya itu pun saling menyukai juga. Tapi aku masih tetap yakin bahwa itu tidak akan terjadi. Aku berusaha mencari informasi lebih lanjut tentang hal untuk lebih memastikan. Dan Reza, salah satu teman dekat Riandini sejak SMP menjadi pilihanku. Karena Riandini dan Reza sudah kenal sejak lama, jadi banyak cerita juga yang ia ketahui tentang Riandini. Keraguanku pun semakin menjadi, kala Reza mengatakan kabar yang beredar itu benar, meskipun dia langsung berkata ?tapi itu beberapa minggu yang lalu, dan sekarang dia sudah menghapus jauh-jauh hal itu, dan lebih memilihmu?. Aku hanya tersenyum kepada Reza, meskipun di dalam hatiku, keyakinanku mulai hilang berganti dengan kekesalan dan sakit hati. Sampai suatu hari HP-ku bergetar, yang merupakan sms dari Riandini. Tiba-tiba dia bertanya ?A, kok kelihatannya murung aja tadi di sekolah ? Apa karena kabar yang tersebar itu??. Aku hanya terdiam membaca sms itu dan seakan tidak mau menjawabnya. Belum sempat aku balas, HP-ku pun bergetar lagi. Dan sekarang Riandini berkata ?tenang saja, selama kamu menjaga komitmenmu, aku juga pasti akan menjaga komitmenku juga, dan tidak akan mengkhianatimu.? Aku tersenyum membaca sms itu, dan hatiku luluh dengan ucapannya. Seakan membangun lagi sebuah keyakinan yang sempat runtuh. Dan dari situ aku menyadari bahwa hubungan bukan hanya bergantung pada status, tapi yang terpenting adalah sebuah komitmen. Jika kau yakin pada komitmen yang telah kau bangun dengan pasanganmu, maka tanpa status yang jelas pun, kalian bisa tetap bersama dan saling mempercayai satu sama lain. *edisi Dibuang Sayang.. tulisan SMA. Sebuah episode yang mewarnai hidup, hingga masa lalu berubah menjadi masa kini.

  • view 266