Kisah Kakek Buta dan Sebuah Cempor

Fakhrizal Muttaqien
Karya Fakhrizal Muttaqien Kategori Inspiratif
dipublikasikan 03 Juli 2016
Kisah Kakek Buta dan Sebuah Cempor

Di suatu masa, hiduplah seorang Raja muda yang  memimpin kerajaannya. Setiap malam, Raja muda itu sering keluar istana untuk sekedar melihat kehidupan rakyatnya. Dia harus melewati sebuah jalan yang gelap untuk menuju kota tempat rakyatnya tinggal.

            Pada sebuah malam, ketika Raja muda itu akan menuju ke kota, raja muda itu berpapasan dengan seorang kakek. Raja muda itu memperhatikan sang kakek dengan seksama, dari caranya berjalan, Raja itu dapat memastikan bahwa sang kakek yang berpapasan dengannya itu adalah orang yang buta.

Karena penasaran, raja itu bertanya pada orang-orang tentang kakek itu. Menurut mereka, kakek itu setiap harinya selalu pergi ke sawah untuk bekerja dan pulang larut malam. Dia selalu membawa cempor setiap malam karena keadaan jalan yang gelap gulita.

            Namun ada sesuatu yang ganjal yang dirasakan oleh Raja itu. Dari caranya berjalan aku yakin dia buta, tapi mengapa dia tetap membawa cempor di tangannya?, pikirnya.

            Malam berikutnya Raja muda itu pun bertemu lagi dengan kakek itu. Sang Raja lalu menghampiri si kakek, dan bertanya padanya, “maaf, kek, apa kakek buta?”

            Si kakek pun menoleh dan menjawab, “benar, nak, kakek adalah orang buta.”

            Dengan penasaran si Raja itu bertanya lagi, “kalau memang kakek buta, mengapa kakek masih tetap membawa cempor? Padahal menggunakan cempor atau tidak, tetap saja gelap bagi kakek?”

            Si kakek tersenyum, dengan bijak dia menjawab, “Nak, dengan kakek membawa cempor ini, kakek bisa menerangi orang lain. Dan dengan membawa cempor ini, orang-orang tahu ada kakek disini, sehingga mereka tidak akan menabrak kakek.”

            Raja muda itu pun terdiam dan berpikir. Luar biasa, pikirnya. Seorang kakek yang buta sekali pun masih tetap berbuat kebaikan yang ia bisa. Meski pun ia buta, namun tetap saja memikirkan orang lain. Apalagi yang masih muda, kuat dan sehat,  tidak boleh hanya sekedar memikirkan diri sendiri, yang terpenting adalah berbuat kebaikan kepada orang lain.

  • view 237