Dilema Hidup di Negeriku

Fajar Dame Harahap
Karya Fajar Dame Harahap Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 19 Februari 2016
Dilema Hidup di Negeriku

Unik memang situasi yang dialami negri ini... sektor industrial, sejumlah perusahaan investor global dikabarkan akan melakukan penutupan usahanya...

Misalkan saja, untuk jenis otomotif. Produsen mobil asal Amerika. Ford. Perusahaan yang diklaim sebagai raksasa ke 3 sebagai produsen mobil di negri paman Sam, itu menyatakan kebijakannya akan keluar dari perindustrian otomotif Indonesia. Artinya, seluruh bisnisnya segera akan dihentikan..

Sikap ini mengejutkan dunia bisnis di Indonesia. Bagaimana tidak, selain mengakibatkan bertambahnya jumlah pengangguran juga membuat kalangan konsumen yang telah akrab dengan produk itu akan kesulitan dalam hal purna jual produk. Khususnya, dalam perawatan dan perbaikan pelbagai varian produk kenderaan Ford...

Tak sampai disitu, keterkejutan pelaku bisnis juga terjadi di sektor perusahaan industri elektronik..

Lagi-lagi, dua produsen perabotan rumah tangga mengaku akan menutup usaha industrinya di negri.ini...

Kabar tak mengenakkan itu datang dari PT Toshiba dan Panasonic.. Tentu saja juga, hal itu akan berdampak pada terjadinya ledakan jumlah pengangguran..

Di sektor agribisnis sendiri sebenarnya sudah terjadi hal yang dilematis.. dimana, pada tahun 2016 ini merupakan tahun kelam bagi petani pekebun Kelapa sawit dan Karet..

Sebab, kedua komoditi ini juga mengalami hal yang menyedihkan. Harga jual di pasaran mengalami ketidak pastian.. nilai jual dari petani ke produsen kerap banting harga..

Alih-alih untuk membiayai perawatan areal perkebunan, sering kali petani malah kewalahan untuk membagi hasil produksi dengan biaya upah tenaga kerja..

Miris memang, jika dahulu terjadi penurunan harga salahsatu komoditi, tapi diimbangi dengan.naiknya harga jual komoditi lainnya.. Tidak secara serentak pemelorotan harga..

Padahal, saat ini petani karet juga dihantui masuknya iklim musim gugur daun pohon karet. Yang tentu saja, juga akan berdampak turunnya jumlah produksi getah (latex)..

Di sektor agribisnis lainnya, harga-harga jual hasil pertanian lainnya juga tidak jauh beda.. Pendapatan tidak lagi sebanding dengan biaya produksi dan pengeluaran yang ada..

Pemerintahan saat ini, bukan malah berupaya meningkatkan hasil produksi pertanian dan pendapatan serta kemakmuran petani tradisional,
Ironisnya, kebijakan pemerintah membuka peluang impor hasil pertanian dari luar negeri dibuka sebebas-bebasnya.. ini tentu saja, menyakitkan bagi para petani..

Sebab, pertanian organik akan bersaing ketat dengan pertanian non organik...

  • view 148