Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 12 Februari 2016   20:11 WIB
LGBT, Mencari Legalitas Diri

LGBT. Istilah yang belakangan waktu ramai dibicarakan. Sejumlah media menjadikannya topik berita..

Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender. Itu lengkapnya kepanjangan dari LGBT..

Istilah ini sebenarnya sudah relatif lumayan lama dikenal. Semenjak tahun 1990-an.. Istilah ini terkait prilaku seksualitas dan gender yang nyeleneh..

LGBT juga digunakan untuk istilah semua orang yang heteroseksual dan kelompok homoseksual..

Maraknya pemberitaan terkait LGBT, mengingatkan pada seorang teman yang merupakan salahsatu aktivis NGO..

Di awal-awal tahun 2000-an lalu, Lembaganya ketika itu, menugaskan dia untuk melakukan survey dan pengumpulan data terkait kehidupan para Homoseksual..

Cilakanya, untuk mendapatkan data itu dan mendatangi lokasi2 para hombreng, teman itu mengajak partisipasi penulis..

Beberapa hari dan beberapa tempat, bahkan beberapa orang menjadi objek pengumpulan data, ketika itu..

Sejumlah keterangan dari individu2 berstatus pecinta sesama jenis itu sebenarnya sempat terekam dalam memori hingga saat ini..

Misalkan, terkait jenis2 pelaku homoseksual itu. Dari kesimpulan yang ada, para hombreng dapat digaris besarkan masuk dalam kategori 3 jenis..

Pertama, jenis Banci yang sudah berganti identitas. Baik cara pemakaian kostum pakaian, nama, gerak tubuh telah berubah total menjadi penampilan wanita. hingga ada yang telah mengganti jenis kelamin..

Kedua, jenis Banci yang masih berpakaian seperti halnya pria biasa. Tapi, kelenturan tubuh sudah feminim dan logat bicara juga sudah tidak lazim sebagai manusia berjenis kelamin pria..

Ketiga, jenis lelaki yang tidak ubahnya seperti pria lainnya. Tapi, nalurinya hanya menyukai pria. Atau, joker. Menyukai wanita, namun juga tertarik pada pria..

Kemudian lebih menariknya lagi, informasi yang didapat dari kelompok ini bahwa keberadaan manusia jenis2 ini cenderung sering ditemui di pelbagai tempat-tempat keramaian..

Misalkan, di cafe-cafe atau restoran atau rumah makan, sebagai pelayan. Di tempat-tempat hiburan, sebagai biduan keyboard/organ tunggal, club-club malam. Dan bahkan di sejumlah salon2..

Keberadaan di tempat2 publik itu bukan tanpa alasan dan tujuan.. selain nyambi bekerja untuk mendapatkan upah guna melangsungkan kehidupan, keberadaan yang selalu di tengah khalayak ramai akan memberi kesan kemudian harinya bahwa kelompok ini bukanlah manusia aneh seperti cara pandang masyarakat dahulu yang kerap menghardik Wadam..

Artinya, semakin sering kelompok ini terlihat eksistensinya di tengah masyarakat akan memunculkan cara pandang tidak ada lagi penolakan terhadap mereka..

Kemudian pada masanya nanti, ketika mereka sudah dapat diterima di kalangan masyarakat, maka potensi untuk melegalkan dan menuntut kesamaan hak mereka terhadap manusia normal lainnya akan lebih mudah dilakukan..

Satu keterangan narasumber yang diperoleh bahwa, sebelumnya dirinya adalah Banci dalam kategori ke 2. Yakni, hanya memiliki gestur tubuh yang gemulai. Tapi, ketika pada suatu masa seseorang "menyorongnya" dari belakang, perkembangan kejiwaannya berubah pada Banci level pertama..

Artinya, ketika seseorang telah pernah kena sodomi, bukan tidak mungkin akan berubah jadi banci..

Karya : Fajar Dame Harahap