Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Cerpen 21 Desember 2016   22:40 WIB
Hikayat Untung (bukan sebuah cerpen posmodern apalagi hikayat adiluhung)

Untung selalu beruntung walau terkadang suka murung. Mungkin itu adalah faidah sebuah nama, salah memang kalau Shakespeare berujar 'apalah arti sebuah nama'. Nama Untung disematkan kepadanya oleh orang tuanya, dikarenakan dialah satu-satunya anak yang berhasil hidup ketika dilahirkan. Sebelum-sebelumnya persalinan ibunya selalu berujung kematian bayi-bayinya alias buntung. Jadilah demi keberuntungan atas sebuah kehidupan mungil itu ia dinamakan sedemikian rupa, Untung. Dan dengan mudah ditebak kemudian, sehari-hari sewaktu kecil ia sering dihina-hina temannya karena namanya yang lucu dan pendek itu. Dia dan temannya yang bernama Sumar Rekon sering dihina-hina, dan biasanya mereka cuek saja atau membalas dengan meledek nama orang tua. Dan biasanya setelah menyebut nama orang tua lawannya, mereka akan dikejar-kejar dan jika tertangkap habislah mereka berdua dipukuli beramai-ramai.

Saat Untung duduk di kelas 1 SD caturwulan 3, Jenderal yang berkuasa selama puluhan tahun lengser. Bapaknya ikut-ikutan menjarah supermarket dan mendapat hasil lumayan:

  • TV (tapi tidak dapat remot),
  • Komputer (karena orang kampung dan gagap teknologi dia hanya mengira komputer adalah monitor dan keyboard-nya saja), dan
  • 2 buah walkman SQNY (palsu).

Lumayan beruntung untuk penjarahan yang seolah-olah legal itu dan jarang sekali terjadi itu, tapi apesnya saat dia naik kelas 2 caturwulan 1, terjadilah krismon. Ayahnya menjual barang jarahannya untuk ditukar dengan beras dan cuma menyisakan sebuah walkman untuk memutar lagu-lagu dangdut di radio sambil mengisi TTS.

Sewaktu jajan di kantin sekolah, Untung selalu membeli ciki yang di dalamnya suka berisi hadiah, ada yang tajos dan ada yang uang dan biasanya kemungkinan Untung untuk mendapatkan hadiah uang dari makanan ringan itu cukup besar, yaitu 87,56%. Makanya ia suka membeli makanan ringan itu untuk balik modal uang jajannya. Biasanya ada anak kecil yang dengan seksama memilah-milih ciki supaya ia bisa mendapatkan hadiah uang, tapi jarang berhasil. Tapi Untung, tanpa pilah-pilih timbang-timbang, ambil sedapatnya lalu bayar dengan acuh, sering dapat hadiah. Ia juga suka ikut judi-judi kecil yang sering diselenggarakan oleh tukang-tukang mainan atau tukang agar-agar di seberang sekolahnya. Biasanya ada judi tarik tali yang hadiahnya bisa mainan-mainan lumayan mahal untuk anak SD miskin seperti dia yaitu misalnya Tamiya, dsb , ada juga hadiah kecil seperti poster-poster kecil atau gambaran, atau cuma dapat permen atau agar-agar karena jika tali yang dia cabut tidak menyambung ke hadiah-hadiahnya. Kemungkinan Untung  mendapat hadiah besar sekitar 34,78% sementara hadiah kecil 91,02%, tapi dikarenakan ongkos taruhannya lumayan mahal dia jarang ikut judi kecil itu. Untung biasanya sangat beruntung kalau dia ikut lomba memasukkan paku ke botol dalam lomba 17 agustus-an, selalu ia dapat hadiah juara 1. Kecuali lomba makan kerupuk, lebih sering ia kalah atau paling untung dapat juara harapan 5 dikarenakan lawan-lawannya yang lebih miskin darinya nafsu makannya lebih gila.

Sebenarnya Untung tidak suka judi, karena kata pak ustadz TPA dan kata bang haji Roma itu haram. Tapi ia meyakini kalau membeli makanan atau sesuatu lalu di dalamnya terdapat hadiah itu bukan judi, tapi itu hadiah atau alat marketing. Walaupun sangat beruntung dalam hal mendapatkan hadiah-hadiah itu, Untung tidak pernah berhasil mendapatkan hati perempuan, mungkin karena parasnya yang kurang beruntung. Ia selalu ditolak oleh perempuan-perempuan dari saat ia SD, SMP hingga SMK. Karena penolakan terus-menerus itu Untung akhirnya pasrah saja dan mencoba hoki-nya di bidang yang lain. Tapi lama kelamaan ia merasakan bahwa hoki-nya  menurun. Dia pun mencoba membuat statistik asal-asalan dengan grafik yang juga ugal-ugalan untuk melihat kemerosotan hoki-nya (dari hadiah-hadiah) pertahun, kwartal tahun, dsb. Biasanya si Untung yang kere ini seringkali berbelanja di sebuah retail minimarket atau supermarket kecil saat mereka menggelar bazaar bulanan yang biasanya bertempat di depan gedung minimarket/supermarket itu berada. Biasanya obralannya banyak dan biasanya diskon hingga 70%, biasanya juga kalau makanan atau minuman yang diobral adalah makanan dan minuman yang tanggal kadaluwarsanya tinggal sebulan atau satu setengah bulan lagi. Untung pun membeli sebungkus makanan ringan atau ciki (sebenarnya ciki adalah merk tapi lama kelamaan menjadi sebuah nama barang, seperti akua, sanyo dan odol) seberat 70 gram dengan rincian gizi sebagai berikut:

Lemak                 10 g

Protein               0 g

Karbohidrat 20 g

Kolesterol           5mg

Jigong                2g

 

Dan komposisi sebagai berikut:

Jagung, angin, tepung terigu,  MSG, jigong, minyak nabati, angin laut, gula, angin-anginan, monosodium glutamat, garam, monoatrium glutamat,angin putingbeliung, mecin, pewarna pakaian Sunset Yellow FCF 69.

Setelah sampai di rumah dan menyalakan TV untuk menonton kehidupan-kehidupan selebritis yang utopis bagi orang kebanyakan. Ia membuka bungkus ciki itu dan menggarot-garot isinya yang ternyata tidak krauk-krauk tapi sudah melempem. Dia sebal sembari menonton Syahronin yang sedang jalan-jalan dan main salju di Swiss. Tapi ia tetap memakan semua ciki itu karena dia lapar. Sebelum membuang bungkusnya, ia melihat ada sebuah tulisan-tulisan di dasar bungkus, yang bertuliskan:

Selamat! Anda memenangkan hadiah tiket ke Antartika untuk 2 orang! Hubungi nomor 021-666-69-69 untuk konfirmasi dan simpan bungkus ini sebagai bukti hadiah

Untung yang semasa hidupnya sering mendapatkan hadiah dari makanan ringan cuma 10% terkejut dan 90% tanpa ekspresi. Dengan tenang ia konfirmasi dan sempat bertanya apakah tiket ini bisa ditukar uang saja (yang ternyata tidak bisa) dan lalu setelahnya mulai berkhayal-khayal tentang Antartika. Dia mulai membuka gugel dan mencari-cari info tentang spot foto yang bagus di sana, lalu membuka kamus untuk mempelajari bahasa dan sastra beruang kutub, tapi kemudian dia ingat bahwa beruang kutub itu tidak ada di Antartika tapi di kutub utara. Maka ia mempelajari bahasa dan sastra pinguin, adat-istiadat dan budaya-budaya-nya. Ia mempersiapkan baju-baju tebal, atau baju musim dingin yang tidak laku di negara tropis dan suka diobral di tukang baju bekas, yang biasanya menyebarkan bakteri-bakteri dari pemilik baju yang lama atau dari baju-baju bekas yang lainnya. Untung beruntung bisa membeli 3 buah jaket musim dingin dengan harga cuma 10.000 rupiah satu stelnya lengkap dengan bulu-bulu sintetis di bagian tudung kepalanya dan bonus entah ribuan atau jutaan bakteri dan kuman bibit penyakit kulit. Berikut 5 jenis bakteri menurut situs online yang Untung baca:

  • Bakteri Salmonela Typhosa yang menyebabkan penyakit tifus
  • Bakteri Shingella Dysenteriae yang menyebabkan penyakit disentri basiler
  • Vibrio Comma yang menyebabkan penyakit kolera
  • Haemophilus Influenza yang menyebabkan penyakit influenza
  • Diplococcus Pneumoniae yang menyebabkan penyakit pneumonia

Tapi Untung tahu trik untuk membunuh bakteri-bakteri itu, ia merebus baju-baju musim dinginnya itu selama satu jam hingga bakteri-bakteri itu mampus dan larut seperti kuah soto.

Untung kemudian membuat paspor, ia datang ke kantor imigrasi kesiangan dan segera disambut oleh calo-calo. Untung yang tidak tahu menahu tatacara atau birokrasi yang njelimet itu pun memutuskan menggunakan jasa calo. Untungnya dia mungkin cuma membayar lebih mahal 75 ribu rupiah saja. Dikarenakan kata calo nama Untung kependekan untuk sebuah identitas seseorang di luar negeri, ia pun menggunakan nama ayahnya yang juga Cuma 1 suku kata, dan tertulislah Untung bin Lutung di lembar pengajuan paspornya itu. Lalu kemudian saat diwawancara oleh petugas imigrasi sebelum foto paspor, dia ditanya akan pergi kemana. Ia jawab ia akan pergi ke Antartika. Petugas imigrasi pun berusaha menahan tawa, dan bertanya kembali dengan serius. Untung pun bercerita panjang lebar tentang makanan ringan dan hadiahnya itu, selesai sudahlah perkara paspor itu dan 3 hari kemudian ia mengambil paspornya.

                                                                        ***

Setelah selesai semua persiapan Untung untuk berkelana ke Antartika. Tibalah  hari pembagian hadiah oleh PT. Ciki Ta Mey Di, para pemenang hadiah yang berdomisili di JaBoDeTaBek di sarankan untuk mengambil hadiah di kantor tersebut. Untung berniat pergi kesana bersama Sumar Rekon. Tapi pagi harinya ia masih mencari-cari bungkus ciki yang berlogo hadiah ke Antartika itu di kamarnya. Untung yang tidak terorganisir dengan baik, mencari-cari bungkusan itu di kamarnya yang berantakan. Bungkusan-bungkusan berhadiah lain banyak sekali berhamburan di kamarnya misalnya ada yang berhadiah gasing, piring cantik, pulsa telepon genggam, dsb. Setelah 2 jam mengubek-ubek lemari, kasur, tong sampah dan buku-bukunya, akhirnya Untung menyadari kalau bungkusan ciki itu berada di dompetnya.

Setelah 2 jam berkendara, dikarenakan macet yang lumayan buntung, mereka sampai di kantor PT Ciki Ta Mey Di. Disana sepi, mungkin karena pengambil hadiah sudah pada pulang. Sesampainya di meja resepsionis dan bertanya-tanya, Untung disuruh duduk menunggu sebentar.

                                                                        ***

Seminggu setelah mendapat tiket hadiah ke Antartika itu, mereka berdua pergi ke bandara. Sebenarnya Untung berencana pergi ke Antartika bersama Surti Tejo, adiknya Sumar Rekon (yang mana Untung menaruh hatinya). Tapi karena Surti menolak karena ia tidak berani pergi ke ke kutub selatan saat bulan desember. Padahal setelah melihat wikipedia, Untung tahu bahwa saat desember, belahan dunia selatan sedang musim panas. Setelah sampai di gerbang keberangkatan internasional, sesaat mau masuk kedalam ia ditanya oleh satpam dimana tiketnya.

"Permisi mas, coba lihat tiketnya"

"Sebentar, Pak"

"Memang berencana mau kemana nih mas?" tanya pak Satpam basa-basi.

"Kami mau ke Antartika, pak"

"Waduh, dimana itu?"

"Kutub selatan pak, yang banyak pinguinnya itu loh. Ini pak tiketnya" jawab Untung sambil menyerahkan tiket yang masih berada di dalam amplop PT.Ciki Ta Mey Di kepada pak Satpam.

Setelah melihat tiket itu, pak satpam tertawa terbahak-bahak. "Wah mas, ini mah tiket masuk Antartika yang tempat ice-skating itu mas, bukan tiket pesawat"

"Hahahahha" Sumar Rekon pun tertawa lepas. Sementara Untung entah diam plongo atau syok mendengar hal itu dan menahan malu.

"Maaf ya pak." Ujar Sumar Rekon sambil mendorong tubuh Untung yang sedang terbengong-bengong menjauh dari pintu masuk keberangkatan, membawanya menjauh hingga ke depan restoran cepat saji.

"Ya sudahlah Tung, kita pergi maen es seketing aja. Gua belum pernah loh"

Terbayang di kepala Untung untuk main ice-skating bersama Surti Tejo, adik Sumar Rekon. Terciptalah adegan mereka berdua menari diatas es, senyum manis Surti Tejo dengan pipi merahnya yang kedinginan, rambut panjang Surti yang tergerai saat mereka berdua berputar-putar dengan indah diatas es seperti scene Titanic yang berdansa berputar-putar (tapi tidak diatas es) yang dulu mereka sewa dari rental VCD depan rumah pak RT,  kemudian berdansa Waltz  lalu mereka berpelukan dan berciuman hebat setelahnya.

"Woy!!!! Kuy lah yok, udah gak usah dipikirin, masih mending kan bisa maen esketing. Yuk dah esket esket." Teriak Sumar Rekon membuyarkan lamunan Untung. Lalu Untung pun refleks  mengacungkan jari tengah ke arah Sumar Rekon dan penuh dendam dia bilang,

"Fuck You!"

Karya : Fajar Nurrahman