HIDUP ABADI?

HIDUP ABADI?

Fajar Fajar
Karya Fajar Fajar Kategori Agama
dipublikasikan 03 Januari 2018
HIDUP ABADI?

Hidup abadi, mungkin selama ini ketika kita mendengar ucapan seperti itu tidak dihiraukan sama sekali, bahkan bisa dibilang menganggap itu sebuah mitos yang ada dalam serial film drakula.

Kita menganggap bahwa yang namanya hidup ya diawali dari lahir yang sebelumnya kita berada dalam kandungan seorang ibu selama 9 bulan dan kemudia diakhiri kematian, sesimpel itu kita memikirkan kehidupan.

Memang benar 100% bahwa manusia dalam berpikir dibatasi oleh sesuatu yang terindra saja, akal manusia tidak mampu menjangkau yang berada diluar akalnya, nakun sering kita melupakan bahwa selalu ada petunjuk tentang sesuatu yang tidak terindra itu, apapun petunjuknya asalkan sesuatu yang tidak terindra itu hal yang penting pasti ada sebuah penunjuk dan seharusnya kita sadar bahwa tidak tampak bukan berarti tidak ada.

Mungkin itu termasuk salah satu yang menjadikan kita buta, bahwa kehidupan abadi itu bukan hanya sekedar dongeng atau mitos serial film drakula saja.

Kehidupan abadi benar adanya 100% kepastianya yaitu kehidupan akhirat, akhirat adalah sesuatu yang pasti adanya.

Namun sayang kebayankan dari kita terlena dengan kehidupan dunia yang sementara ini hingga kita lupa bahwa kita akan ditujukan pada kehidupan yang abadi dan tidak ada kehidupan lain lagi setelahnya, artinya kita kekal didalamnya.

Namun sayang seribu kali sayang disana bukan hanya tempatnya keindahan dan kenyamanan surgawi namun ada siksa yang amat pedih bagi siapa yang lalai akan kehidupan dunia yaitu neraka.

Maka tidak ada cara lain keculai kita menggunakan mata kita untuk melihat tanda-tanda kebesarannya kita gunakan telinga kita untuk diperdengarkan ayat-ayat sucinya dan kita gunakan akal kita untuk berpikir tentang keberadaanya agar kita tidak disamakan dengan binatang ternak, bahkan lebih seaat lagi dari pada binatang ternah, nauzdubillah.

Allah Swt dalam Al-Quran telah mengabarkan kepada kita, bahwa demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali yang beriman dan mengerjakan amal soleh dan menetapi jalan yang hak dan saling nasehat menasehati dalam menetapi jalan kebenaran.

Moga hati kita selalu dalam keadaan yang mengingatnya mengagungkannya, karena dengan jalan itu kita akan mendiami kehidupan yang abadi, wahai yang memebolak balikan hatii tetapkanlah hati kami dalam keimanan kepadamu, aamiin.

  • view 79