Tulislah....

Faisal Amri
Karya Faisal Amri Kategori Motivasi
dipublikasikan 06 Januari 2017
Tulislah....

Acaranya di hari Ahad, sekitar pukul delapan pagi hingga menjelang Zhuhur. Memang di setiap hari Ahad, ada acara pondok. Pematerinya ganti-ganti tiap pertemuan. Kadang diisi Tarikh, disisi Nahwu beserta i’robnya, nonton film Arab, dll.

Untuk pekan itu sedikit berbeda, yang biasanya hanya diisi ustadz-ustadz pondok, maka kesempatan itu mendatangkan pemateri dari luar, seorang motivator.

Ya, motivator pastinya sudah ketebak arah materi yang akan dibahas. Teruntuk anak sekolah ya motivasi-motivasi belajar, motivasi untuk menambatkan cita-cita setinggi mungkin, motivasi untuk mencapai kesuksesan yang siapapun berhak mendapatkannya, dan sederet motivasi lain.

Ada yang unik kala itu, yaitu tentang penulisan cita-cita. Jadi cita-cita yang selama ini hanya ada dalam angan-angan dan pikiran, diperjelas dengan menulisnya di selembar kertas. Perintahnya suruh menulis 100 cita-cita, keinginan dan harapan. Jika sudah, cita-cita yang tertulis tadi ditempelkan di tempat yang tiap hari terlihat, bisa di almari, bisa di meja belajar, di manapun yang penting setiap hari bisa membacanya dan melihatnya.

Ok. Beliau juga menambahkan, dengan ditulis dan dipajang di tempat yang tiap hari dapat dilihat seperti itu, secara tidak langsung itu juga sebagai motivasi. Karena setiap kita lihat tulisan-tulisan itu, maka seolah-olah kita diingatkan,” Ini cita-citamu yang hendak kamu capai, kejarlah!” Semisal kita sedang terpuruk dan terjatuh dalam kubangan lumpur malas, maka tulisan-tulisan itu yang akan menarik dan membangunkan kita. Segera tersadar dan teringat bahwa perjalanan menuju yang diinginkan masih panjang dan berliku.

Saya pun menulis cita-cita, keinginan dan harapan. Tak sampai 100, hanya berjumlah puluhan.

Alhamdulillah, sekitar satu tahun setelah itu. Ada satu cita-cita yang terealisasi, dapat kuliah di LIPIA Jakarta. Meskipun pada akhirnya kuliah saya berhenti di tengah jalan, namun dengan tulisan itu bisa menjadikan saya teringat dengan cita-cita yang hendak dikejar, di setiap melihat tulisan itu.

Cita-cita lain yang beberapa tahun terwujud adalah menjadi imam tarowih di masjid dekat rumah, alhamdulillah.               

Ayo tulis cita-citamu, tempelkan kertas itu di meja belajar, di kamar, atau di tempat yang mudah terlihat. Semoga itu bisa menjadi cambukan bagi kita untuk terus melaju mengejar cita-cita.

Jumat, 7 Rabiul Akhir 1438 H

  • view 206