Bersama Mencetak Generasi Qur'ani

Faisal Amri
Karya Faisal Amri Kategori Agama
dipublikasikan 01 Januari 2017
Bersama Mencetak Generasi Qur'ani

Insya Allah jika kita berburu buku panduan menghafal Al-Qur’an, akan kita temukan seabreg buku dengan judul dan penulis yang berbeda-beda. Alhamdulillah, buku-buku pendukung menghafal Al-Qur’an semakin bertebaran. Zaman sekarang, kita semakin ‘dimanja’ saja dengan berbagai kemudahan.

Dengan banyaknya buku-buku itu, kita juga bisa menyimpulkan bahwa metode menghafal yang ditulis oleh para penulis itu bisa dikatakan pendapat berdasar pengalaman. Ya, tentunya tulisan para penulis buku berdasar pada pengalaman-pengalaman mereka ketika menghafal Al-Qur’an. Dengan banyaknya buku yang bermacam-macam penulis dan judul itu, kita jadi bisa memilah dan memilih metode menghafal yang cocok untuk kita. Kita baca satu persatu kemudian diterapakan, dicari kira-kira yang paling pas dan nyaman dengan kemampuan diri. Bisa juga dimodifikasi dan dikreasikan dengan metode menghafal yang kita buat sendiri.

Mari saya ajak sebentar ke lorong waktu masa lalu. Sekisah tentang aduan seorang murid kepada gurunya tentang sulitnya menghafal. Aduan Imam Syafi’i –rohimahullah- kepada gurunya. Beliau mengadukan ‘suu ul hifzhi’ atau sulitnya menghafal. Sang guru menasehatkan untuk meninggalkan kemaksiatan, dan memberikan wejangan bahwa ilmu itu cahaya, dan cahaya Allah tak diberikan kepada pelaku kemaksiatan.

Dan yang luar biasa dari kecepatan hafalan ulama sekaliber Imam Syafi’i adalah sekali baca langsung hafal. Beliau merasa terjerembab ke dalam buruknya hafalan adalah ketika dua kali baca baru hafal. Allahu akbar. Luar biasa sekali kecepatan hafalan beliau, kalau kita mah dua kali baca kok sudah hafal, itu sudah termasuk ‘husnul hifzhi’ atau sebaik-baiknya hafalan hehe….

Mungkin ada beberapa tips, yang termasuk pendapat berdasar pengalaman juga sih hehe…. Semoga dengan sedikit tips ini, bisa diambil manfaat dan kita bisa ikut andil mencetak kader-kader ulama, mencetak para penghafal kalam ilahi. Monggo disimak, cekidot….

  1. Lingkungan Al-Qur’an

Dimulai dari rumah tentunya. Bisa dengan berbagai macam cara, apalagi di zaman modern seperti ini. Bisa dengan mewajibkan menyetel murotal Al-Qur’an setiap hari, walau itu hanya seperempat jam saja. Bisa dengan mengkhususkan waktu untuk Al-Qur’an, semisal ba’da Maghrib khusus untuk tadarus Al-Qur’an.

  1. Motivasi dari Orang Tua

Ini tak kalah pentingnya, motivasi adalah suplemen untuk tumbuh kembang si anak. Si anak dimotivasi dengan keberhasilan dan prestasi orang di sekitar, tak perlu jauh-jauh. Misal ada tetangga yang menyelesaikan hafalan Al-Qur’an nya ketika akhir SMA, kemudian diminta di mana-mana untuk menjadi qori’ lah misalkan, menjadi imam tarowih bisa juga. Tak hanya satu, tunjukkan juga bagaimana keberhasilan-keberhasilan para hafizh lain, semisal bisa jadi sarana untuk memudahkannya masuk Universitas Islam Madinah.

  1. Menumbuhkan Cinta Mondok pada Si Anak

Ketika si anak sudah cinta dengan pondok, atau kepingin mondok. Maka inilah salah satu point plus, kita tak perlu bersusah payah untuk membujuknya. Jika sudah tumbuh rasa cinta mondok, maka si anak sudah ada niatan untuk mondok. Karena tak sedikit juga, yang mondok dengan terpaksa.

Anak bisa diberi tahu dengan beberapa opsi-opsi nama pondok pesantren dengan keunggulan masing-masing ponpes. Bisa ditawari juga, si anak ingin masuk pesantren yang seperti apa.

Kenapa menumbuhkan cinta mondok pada si anak itu perlu, ya karena dari pesantren lah generasi Qur’ani banyak bermunculan. Menghafal Al-Qur’an di lingkungan Al-Qur’an tentu membantu dan memudahkan, dibandingkan dengan menghafal Al-Qur’an di rumah yang banyak kesempatan ‘dolan’ nya.

Kalau misal salah satu tujuan kita agar bertitel sarjana, maka sekarang banyak sekali beasiswa Al-Qur’an yang ‘menjamu’ para lulusan SMA yang hafal Al-Qur’an atau punya hafalan Al-Qur’an. Banyak, ada Faklutas Kedokteran, universitas negeri, universitas swasta, dll.

  1. Doa

Doa adalah senjatanya orang-orang beriman. Doa dari orang tua yang tanpa henti tentu urgen untuk mencetak generasi Qur’ani. Rangkaian kalimat permohonan di sepinya sepertiga malam terakhir tentu sangat ‘recommended’. Berdoa di waktu-waktu lain terkabulnya doa juga. Berdoa agar dianugerahi putra-putri sholih-sholihah yang bermanfaat.

Yang beberapa ini semoga bisa bermanfaat bagi saya pribadi dan semuanya.

Semoga Allah anugerahi para pecinta Al-Qur’an di keluarga kita, lingkungan kita. Semoga kelak Al-Qur’an menjadi pemberi syafaat bagi kita semua. Aamiin

Dilihat 67