Buah Salak dan Doa Pernikahan

Faisal Amri
Karya Faisal Amri Kategori Lainnya
dipublikasikan 23 Desember 2016
Buah Salak dan Doa Pernikahan

Sebentar-sebentar, apa hubungannya antara buah salak dengan doa pernikahan? Hmm…. Ini sebuah cerita menarik, untuk melepas penat, untuk melebarkan senyum juga. Sabtu, 17 Desember kemarin, ketika pembagian rapor. Kebetulan ada salah seorang wali murid asli Cilacap membawa oleh-oleh, buah salak. Dibelinya di jalan, ketika perjalanan menuju ke pondok. Buahnya sudah dikemas di dalam ‘bronjong’. Apa itu ‘bronjong’? ‘Bronjong’ kalau di dalam bahasa per-semangka-an yaitu wadah buah semacam jaring ikan. Ya pokoknya tempat untuk mengemas atau membungkus buah.

Tak menutup kemungkinan, buah yang dijual sudah dalam wujud kemasan seperti itu, kemungkinan ada unsur curangnya. Bisa jadi buah yang berkualitas baik ditaruh di yang paling atas, sementara yang kualitas buruk diselipkan di tengah-tengah. Bisa jadi dan tak menutup kemungkinan.

Nah, ustadz Mizan berkata, ketika kami berada di kantor,

“Mas kalau hendak beli atau hendak makan buah yang dikemas seperti ini, ada doanya.”

“Apa itu ustadz?”

“Doa pernikahan.”

Saya terdiam sejenak. Bertanya-tanya dalam hati “doa pernikahan??”

Baarokallahu laka wa baaroka ‘alaika wa jama’a bainakumaa fie khoiir. Laka, laka itu adalah ketika sang istri masih muda, cantik jelita, kulit masih mulus hingga lalat pun terpeleset karenanya. ‘Alaika, ‘alaika itu ketika sang istri tak lagi muda, sudah tak secantik dulu, kulit juga sudah mulai keriput hingga lalat pun terjepit lipatan keriput kulit. Wa jama’a bainakumaa fie khoiir, ya agar disatukan, agar dilanggengkan dalam kebaikan.”

Saya tersenyum mendengar uraian beliau yang menarik. Jadi beliau memisalkan pembeli buah yang sudah dikemas terlebih dahulu dengan pernikahan hehe…. Ya bisa jadi buah yang sudah dikemas terlebih dahulu, ada yang berkualitas buruk dicampur dengan yang berkualitas baik.

Ini hanya sekadar rehat saja. Tapi dari rehat ini dapat ilmu baru, yaitu ketika beliau ‘mempretheli’ doa pernikahan. Mblo…. Bacanya jangan sambil baper ya, siapa tahu jodohmu ditemukan ketika kau membeli buah di pasar hehe… Kok “ditemukan”, seperti orang hilang saja. Semoga lekas bertemu jodoh ya mblo… Aamiin. Yang sholih beroleh jodoh sholihah, yang sholihah beroleh jodoh sholih.

Jumat, 23 Rabiul Awwal 1438 H

Dilihat 275