Menolong Sesama

Faisal Amri
Karya Faisal Amri Kategori Agama
dipublikasikan 09 Desember 2016
Menolong Sesama

Sebuah perbuatan terpuji. Perbuatan yang dapat merapatkan hubungan persaudaraan, persaudaraan Islam ataupun persaudaraan hubungan darah. Menolong adalah ‘give’, memberikan bantuan, apapun itu wujudnya. Menolong adalah suatu amalan yang bisa menunjukkan kepada yang ditolong. Bahwa barangsiapa yang kesusahan selalu ada yang meringankan. Sehingga sang yang ditolong tadi akan semakin ‘connect’ dengan sang penolong dan dengan manusia lain. Bahwa hidup itu tolong-menolong, ada yang ditolong, ada yang menolong. Roda kehidupan berputar. Terkadang penolong akan bertukar posisi menjadi yang ditolong, dan yang ditolong akan bertukar posisi menjadi penolong. Jika sudah saling sadar dan saling memahami, maka budaya tolong-menolong akan mudah untuk dilaksanakan.

Jika sudah refleks, maka di setiap ada orang kesusahan, maka akan ada yang berlomba-lomba untuk menolong. Meringankan beban orang yang kesusahan. Muncul dari dalam pikiran,” Bagaimana kalau yang ada di posisi itu saya, dan tidak ada yang mau menolong. Semoga dengan yang saya lakukan, bisa menjadi kebermanfaatan bagi semua, bagi saya dan bagi yang sedang kesusahan. Kalau toh kok suatu saat saya mendapat kesulitan, semoga dengan yang sudah saya lakukan ini bisa menjadi jalan keluar bagi saya, dengan mendapatkan pertolongan juga.”

Selain balasan serupa, ada balasan lagi yang lebih didamba. Yaitu nilai pahala dari Sang Pencipta, Allah Ta’ala. Inilah tujuan utama dari setiap penolong orang kesusahan, pahala dari Allah. Belum lagi kalau Allah tambah dengan yang lain, kemudahan rizki karena menolong sesama, pendapatan harian seperti ‘disok’ setelah ia rajin berinfaq dan shodaqoh. Itu tambahan dari Allah yang patut disyukuri dengan ‘hamdalah’ dari lisan.

Semoga rasa kepedulian kita kepada sesama akan senantiasa terpupuk sehingga tumbuh subur. Ikut merasakan yang orang lain rasakan. Berusaha untuk merasa apa yang dirasa orang, khususnya sesama mukmin. Karena kita bagai satu tubuh. Jika ada satu bagian tubuh yang mengeluh, maka semuanya akan mengaduh. Itulah ukhuwah. Itulah rasa saling membutuhkan. Itulah rasa saling peduli antar sesama.

Jumat, 9 Desember 2016

  • view 184