Cari Akhirat, Dunia Ikut

Faisal Amri
Karya Faisal Amri Kategori Agama
dipublikasikan 22 November 2016
Cari Akhirat, Dunia Ikut

Rumus yang luar biasa. Bagaimana para pelaku amal-amal ukhrowi tercukupi kebutuhannya, kebutuhan hidupnya. Pelaku amal-amal ukhrowi ini “laa yansa” akan bagian-bagian dunianya yang memang harus terpenuhi. Cari akhirat, dunia ikut. Pelaku amal-amal ukhrowi ini ya layaknya manusia lain. Karena Rasulullah pernah berpesan bahwa, beliau pun menikah, ini menolak keyakinan orang yang tak ingin menikah layaknya biarawati. Beliau pun juga berbuka, tidak lantas berpuasa terus menerus. Beliau juga menyuruh untuk mengistirahatkan badan para pelaku amal-amal ukhrowi, agar tetap fit, agar bugar, agar bisa istiqomah beribadah sepanjang hayat. Karena dalam badan setiap orang ada hak untuk istirahat.

Ada ungkapan menarik dari seorang ustadz,” Mas, ngurusin pondok itu nggak bakal kelaparan.”

Ungkapan yang penuh nilai motivasi. Motivasi untuk tak takut dengan pekerjaan yang terlihat berupah minim. Namun dari ‘bisyaroh’ yang tak sebesar pegawi negeri ini ada barokah tersendiri. Bagaimana tak berbarokah, pekerjaan yang sangat mulia, mengurus pondok. Mengajari santri baca-tulis, mengajari santri akhlak terpuji lagi mulia, ikut andil mencetak generasi qur’ani, generasi yang akan ikut serta membangun negeri. Sungguh, pekerjaan yang mulia nan berkah.

Contoh lain, adalah jika kita melihat para ustadz, kyai, guru ngaji, dll. Insya Allah kita akan melihat ‘sesuatu’ pada diri mereka. ‘Sesuatu’ yang bikin adem, terlihat adem, Mereka-mereka bisa tercukupi kebutuhan sehari-harinya walaupun terkadang ada yang terlihat tak punya pekerjaan. Hidup mereka bahagia, penuh suka cita, sejahtera, semangat mereka selalu meremaja.

Khulashohnya, dalam perjalanan menuju yang kekal. Perbekalan harus dikompliti, persiapan dimatangkan, “sangune kudu akeh” kata orang Jawa.

Berimbang antara dunia dan akhirat. Mencari maisyah untuk sebuah kewajiban, kewajiban mencari nafkah bagi sosok ayah. Mencari maisyah dengan niat beribadah, beribadah menghambakan kepada Allah Yang Maha Kaya. Setelah urusan dunia tertunaikan, giliran penghambaan kepada Allah dimaksimalkan. Beribadah untuk tabungan di akhirat nanti, karena untuk dunia pun kita bisa menabung untuk kesuksesan-kesuksesan dalam jangka waktu tahunan ke depan.

Selamat bekerja. Dan selamat menghamba kepada Allah Sang Pencipta.

 Selasa, 22 Safar 1438 H

  • view 202