Pembela Al-Qur'an

Faisal Amri
Karya Faisal Amri Kategori Agama
dipublikasikan 18 November 2016
Pembela Al-Qur'an

Hari itu, Jumat, 4 November 2016. Ku saksikan lautan manusia, serba berbusana putih bersih. Hari yang tak mungkin ku lupakan dalam kehidupan. Jutaan manusia dari berbagai daerah, dari bermacam-macam ormas dan bendera. Bersatu padu. Melebur menjadi umat yang satu. Panjang putih mengular, dari masjid Istiqlal hingga istana Negara. Sungguh, sulit sekali untuk menuliskan ungkapan kegembiraan yang satu ini. Saat aku merasa bahwa kami semua adalah saudara, kita semua adalah saudara. Sekat-sekat ego hilang, pembatas-pembatas wilayah juga. Kami semua, kita semua umat yang satu. Pembela kalam Allah, pembela Al-Qur’an yang mulia.

Peristiwa bersejarah. Peristiwa yang banyak nilai hikmah. Bagaimana nominal juta manusia bisa berkumpul menjadi satu. Untuk tujuan yang satu, adili penista Al-Qur’an. Minta agar diadili yang seadil-adilnya, itu saja.

Nilai hikmah lain, adalah sungguh begitu besar sekali pengaruh Al-Qur’an. Hingga mampu menggerakkan hati nominal juta manusia tadi. Setelah hati tergerak dan terpanggil. Maka begitu ringan sekali rupiah-rupiah diinfaqkan fi sabilillah. Sampai ada di sebuah rombongan, yang dananya cukup untuk dua kali berangkat Jakarta. Allahu akbar. Yang belum bisa berangkat membantu dengan doa berlinang. Yang berangkat, melangkahkan kaki dengan penuh semangat perjuangan, karena ini memang perlu diperjuangkan. Sungguh sebuah tolong-menolong yang manis sekali dirasa.

Nilai yang lain adalah, bagaimana acara tersebut bisa berlangsung damai, ya sedikit kericuhan adalah ulah provokator. Karena sudah dikatakan oleh ustadz Bahtiar Nasir bahwa aksi ini aksi damai, yang ricuh bukan bagian dari pejuang 4 November.

Sholat juga senantiasa terjaga, datang panggilan sholat, bergegaslah berwudhu dengan air seadanya.

Indah sekali. Sungguh. Jarang-jarang acara seperti ini bisa digelar. Atau bahkan mungkin, dengan nominal yang menyentuh dua juta ini, hanya terjadi sekali seumur hidup saja.

Rasa syukur memuji Allah belum kering. Bagaimana Allah memberikan nikmat kepada hamba-hamba-Nya ini, nikmat bersatu padu. Islam yang satu. Semua berbaris rapi, bershof rapat. Saling bergandengan tangan, saling menguatkan, saling bahu-membahu.

Ya Allah berilah kekuatan kepada hamba-hamba-Mu ini untuk senantiasa istiqomah, istiqomah di jalan-Mu, istiqomah membela agama-Mu, istiqomah di jalan ketaatan. Aamiin Yaa Robbal ‘Aalamiin.

Faisal Amri

  • view 177