Tak Dapat Inspirasi

Faisal Amri
Karya Faisal Amri Kategori Puisi
dipublikasikan 16 September 2016
Tak Dapat Inspirasi

Terkadang, permulaan dalam mengetik kata per kata berawal kebuntuan. Gelap gulita. Tak ada inspirasi. Tak ada se-aksara pun yang melintasi atau menghampiri. Entah faktor kondisi badan yang kurang menyambut hangat, faktor lama tak menuangkan isi hati dalam wujud tulisan, atau faktor penghambat lainnya.

Tentunya ada acam-macam cara dalam menghadapi itu, karena sepuluh orang berbeda punya jalan pemecahan masalah yang berjumlah sepuluh juga. Maka pemecah kebuntuan yang paling manjur adalah yang datang dari diri sendiri. Karena kitalah yang paling tahu kondisi diri dibanding orang lain.

Seperti yang sedang saya alami ini. Pemilihan pembahasan ini karena kebetulan saya sedang berhadapan dengan tembok tanpa jalan, jalan buntu. Jadi sebenarnya ini sebuah tulisan yang saya paksa mengalir. Dengan harapan, bisa jadi coba-coba metode seperti ini justru bisa menghasilkan tulisan unik daripada tulisan-tulisan biasanya. Biasanya, dalam 20 menit menuangkan uneg-uneg, akan tembus 150-200 karakter. Saat buntu seperti ini, saya coba melihat berapa karakter yang termaktub. Alhamdulillah, hampir sama dengan saat pikiran mengalir lancar, 152 karakter.

Mungkin dengan metode asal “ctak-ctek” mengetik seperti ini, ada ide-ide brilian yang nyangkut. Siapa tahu. Dengan membiasakan walau itu sedikit, maka akan melatih untuk selalu siap dalam segala kondisi. Bosan dilampiaskan dengan berkarya tentu lebih menghasilkan daripada bosan dengan pelampiasan tanpa karya. Meskipun tulisan itu tak berupa baik, tetapi setidaknya itu sebagi ‘cat dasar’ sebuah karya. Kalau kurang terlihat, maka kesempatan menulis berikutnya adalah waktu untuk ‘menebalkan cat’ tadi. Sehingga tampak lebih indah, lebih apik, lebih menawan, dan lebih-lebih lainnya.

Mari berkarya, mari kita gali ide-ide cantik dalam memori. Keluarkan dengan perlahan, dengan sepenuh hati, dengan kelapangan hati. Yang dari hati akan sampai ke hati.

Satu hari 100 karakter, maka dalam satu minggu 700 karakter. Sudah bisa jadi sebuah cerpen. Luar biasa.

Mari kita targetkan setiap hari sekian karakter. Maka insya Allah akan lahir karya-karya besar, bi idznillah.

Jumat, 14 Dzul Hijah 1437 H

  • view 124