Berbagi Posisi

Faisal Amri
Karya Faisal Amri Kategori Renungan
dipublikasikan 08 September 2016
Berbagi Posisi

Dalam kesebelasan sepak bola tentu ada posisi-posisi sesuai keahlian. Ada penjaga gawang, penjaga pertahanan, sayap kanan, sayap kiri, penyerang. Kesemuanya beridiri kokoh di posisinya, tidak serakah lantas meng-handle semua posisi. Pemain belakang tidak rakus berpindah ke mana-mana sehingga lupa dengan tugas utamanya, menjaga pertahanan dan menahan serangan lawan. Penjaga gawang juga tak ‘pecicilan’ maju ke depan, karena selain tidak boleh, juga mudah kebobolan. Tidak ada posisi yang paling hebat dan paling favorit. Semuanya hebat. Semuanya favorit.

Dalam kehidupan yang penuh warna-warni dan posisi ini juga. Setiap diri mengoptimalkan potensinya dan memaksimalkan kerjanya. Mem-perfect-kan yang di depan mata. Disertai keharmonisan dan kekompakan antar pemilik posisi. Komunikasi yang berkelanjutan semakin menguatkan kumpulan pemilik posisi. Nasihat antar sesama juga sebagai lampu kuning agar berhati-hati dan tak tergesa-gesa. Melihat ke spion masa lalu juga sebagai intrsopeksi diri untuk merenung dan berbenah. Saling memotivasi antar sesama juga bagus untuk peningkatan, sebentuk pengamalan firman Allah di Surat Al-‘Ashr.

Di tempat saya, SMA Al-I’tishom Grabag. Ada posisi baru yang akan segera ditempati. Musyrif penjaga santri dan tukang ‘oprak-oprak’ bangun Shubuh. Sarpras memadai, kamar tinggal yang bagus dilengkapi kamar mandi dalam dan dapur dalam beserta perabotannya. Tugasnya malam hari. Saat asatidzah lain kembali ke keluarga mereka, menuniakan tugas kepala keluarga. Menjaga pondok. Mungkin bisa juga membantu anak-anak dalam belajar jika ada soal-soal yang belum terjawab, atau pelajaran yang belum dipahami. Bisa juga menyuntikkan vaksin motivasi, kepada yang sedang terjangkit virus malas.

Semoga pemilik posisi baru ini bisa mengoptimalkan kerjanya. Senantiasa belajar kepada yang lebih senior tentang begini dan begini. Mendukung pemilik posisi lain. Saling kompak antar pemilik posisi, baik itu mudir, pengajar, tukang bersih-bersih, dan warga sekolah lainnya. Menerima saran dan kritik yang membangun, agar tak roboh diterpa angin kesalahan dan tak terkikis tersiram air hujan keterputusasaan. Melihat ke belakang untuk sekali-kali, agar terus memperbaiki diri di setiap lubang kesalahan yang pernah terjebloskan oleh kaki. Mengiringi pekerjaannya dengan keikhlasan mengharap ridho Allah semata. Semoga kau bisa tsabat di jalan kemuliaan ini kawan. Karena tugas ini mulia, mengurusi anak-anak remaja ahli ibadah dan juga ‘melek’ ilmu-ilmu lain, ‘melek’ pengetahuan-pengetahuan lain.

Maju dan jaya untuk SMA-ku, SMA Al-I’tishom Grabag, Magelang. Semoga bintang-bintang akan senantiasa berkedip, menghiasi langit kejayaan Islam.

Kamis, 6 Dzul Hijjah 1437 H

  • view 126