Kuliner

Faisal Amri
Karya Faisal Amri Kategori Kuliner
dipublikasikan 20 Agustus 2016
Kuliner

Setiap daerah pasti punya kuliner khas. Seperti Jogja terkenal dengan Gudeg-nya, Padang terkenal dengan Rendang dan warung makan Padang-nya, Lamongan terkenal dengan Soto atau menu berbau goreng (ayam goreng, lele, bebek, dll) dan sambal khasnya.

Saya akan sedikit bercerita tentang kuliner di tempat saya. Kuliner yang banyak dijual di pinggir jalan, di kios-kios. Dan juga beberapa makanan ringan.

Sekitar tahun 2001, desa saya belum seramai sekarang. Ada foto dokumentasi pribadi desa Grabag tahun itu. Jalanan masih sepi, sunyi. Belum banyak toko-toko, kios-kios, dan pkl di pinggir jalan. Perkembangan desa Grabag lumayan cepat. Jika anda berkunjung ke sini melewati Secang. Terus belok ke arah Grabag. Maka akan sedikit anda dapati toko-toko, ada beberapa yang masih lahan kosong. Sehingga terkesan ketika perjalanan menuju ke Grabag, akan mengira-ngira, mungkin Grabag itu desa yang jarang penduduknya, jarang rumahnya. Tetapi setelah mulai memasukinya, anda akan sedikit terkejut karena akan menemukan “kota di dalam kota” yaitu “kota” Grabag di dalam kota Magelang. Atau “kota di dalam desa” karena perjalanan ke sana seperti itu tadi, terlihat sudah di desa, tetapi menemukan “kota” di dalamnya.

Tidak ingin panjang-lebar. Langsung ke kulinernya saja. Kuliner yang dijual di sekitar jalan raya Grabag. Mulai yang begitu bersahabat di lidah, Bakso dan Mie Ayam. Akan anda temui di mana-mana, di pasar, di kios-kios sepanjang jalan raya Grabag. Harganya cukup terjangkau, kisaran 8 ribu-an. Ada Bakso asli Wonogiri juga.

Yang tak kalah menjamurnya adalah goreng-gorengan. Nasi goreng, mie goreng, biasanya untuk yang ini dijual di satu tempat. Satu kios atau warung menyediakan berbagai macam menu, nasi goreng, nasi godog, mie goreng, dll. Untuk goreng-gorengan yang lain, yang sudah disebut di pembukaan tadi. Ayam goreng, lele goreng, bebek goreng, dan menu lainnya biasanya dijual di warung Lamongan. Memakai nama daerah asal penjualnya.

Sate keliling juga dijajakan di sini. Gerobagnya yang kecil lagi khas semakin menambah keunikan. Asalnya dari Madura, porsi yang minimalis cukup untuk mengganjal perut. Sate yang mangkal juga ada, porsinya lebih serius, seporsi sekali makan.

Masih banyak lagi sebenarnya, soto, sup ayam, kupat tahu, dll.

Sekarang saya mau sedikit menceritakan tentang kreatifnya orang Indonesia. Dari satu bahan makanan dapat menghasilkan berbagai makanan.

Singkong. Bahan makanan ini diolah dan dikreasi sedemikian rupa oleh orang Indonesia pada umumnya, dan orang Grabag khususnya. Dari singkong yang begitu sederhana bisa menjadi makanan yang bernama Balok. Sebenarnya nama makanan ini tak sesuai dengan bentuknya. Bentuknya kubus namun namanya balok. Makanan lezat, renyah, gurih ini sempat ngetop juga di LIPIA Jakarta. Ada mahasiswa asli Grabag yang pernah menjualnya.

Dari singkong yang sederhana itu juga bisa disulap menjadi Selondok. Makanan khas Grabag juga. Daerah penghasilnya adalah Purwogondo. Ada yang masih mentah sehingga masih perlu digoreng. Ada juga yang sudah siap santap. Selamat berburu Selondok. Cari di Mbah Google insya Allah ada.

Dari singkong yang sederhana ini juga bisa berubah wujud menjadi Getuk, makanan khas Magelang, kota saya. Rasanya manis. Dipadu dengan parutan kelapa menjadikan makanan ini sedikit ada sensasi gurih. Bentuknya bermacam-macam, warnanya pun juga. Lebih dikategorikan ke dalam spesies kue. Bisa untuk mengganjal perut yang lapar. Selamat mencoba Getuk Magelang.

Sekian beberapa kuliner dan makanan dari desa Grabag.

Sabtu, 17 Dzul Qo'dah 1437 H

  • view 141