Kain

Faisal Amri
Karya Faisal Amri Kategori Lainnya
dipublikasikan 14 Agustus 2016
Kain

Ada ungkapan dari seorang master beladiri yang masih terngiang-ngiang,” …. Ibarat pakaian, memilih bahan sendiri, mengukur sendiri, menjahit sendiri, dipakai sendiri.” Ungkapan ini ungkapan majas atau permisalan. Sementara ane mau sedikit mengupas tentang makna haqiqi-nya atau aslinya. Yaitu tentang seputar fashion.

Berbicara fashion, insya Allah yang akan berdiri di garis depan adalah para kaum hawa, hehehe…. Ada alternatif dan syukur-syukur bisa menjadi pilihan utama, yaitu kain kiloan. Kain kiloan mungkin dipandang sebelah mata oleh beberapa orang. Tapi jangan kaget jika ternyata kain kiloan itu bahan-bahannya tak kalah dengan pakaian jadi yang bermerk.

Sedikit promosi, ibu ane jualan kain di depan rumah. Dulu kiloan sekarang dijual meteran. Penjual kain kiloan, ups maaf, meteran model ibu ane mungkin tinggal beberapa, bukan hampir punah lho, mungkin usaha dagang kain seperti ini kurang dilirik oleh pebisnis. Tak semenjamur warnet, bakso, mie ayam, nasi goreng, dll. Sedikitnya penjual kain justru menjadikan sedikitnya saingan. Otomatis.

Kain meteran model ibu ane cukup banyak diminati oleh ibu-ibu. Selain harganya miring, membeli kain kemudian dijahitkan ke penjahit bisa menghemat kebutuhan. Keuntungan lain dari membeli kain dan dijahitkan adalah, bisa pas dan nyaman di badan, jahitan kuat, dan kita bisa memilih model sesuai selera kita. Selamat mencoba!!!

Ada berbagai macam kain. Batik, bahan celana, spandek, puring, dll. Harganya pun cukup bersahabat. Batik sekitar 15 ribu per meter, bahan celana sekitar 23 ribu per meter, spandek sekitar 30 ribu per meter, satin sekitar 9 ribu per meter. Murah kan? Hehehe….

Jangan lupa mampir ke toko kain ibu ane. Dekat Pasar Grabag, bersebelahan dengan Bubur Ayam Pak Sarta. Monggo pinarak, mindah-mindah rumiyin….

Ada penjahit yang dalam buku Suatu Hari Dalam Hidupku-nya Ustadz Abu Umar Basyier disebut. Kalau begitu, penjahit ini sudah dikenal semenjak santri-santri TMI dulu. Putra penjahit ini adalah adik kelas ane. Sekarang sedang menempuh pendidikan di ITS Surabaya.

Beliau ini penjahit langganan ane dan para santri, jahitannya bagus dan rapi. Mungkin bisa jadi salah satu opsi untuk memasukkan kain celana yang anda baru beli, atau mengecilkan baju yang anada baru beli dari pasar. Namanya Pak Ari, domisili di Kliwonan 2, jalan ke pemandian Air Hangat Candi Umbul.

Ahad, 11 Dzul Qo'dah 1437 H

 

  • view 162