Identitas

Faisal Amri
Karya Faisal Amri Kategori Agama
dipublikasikan 11 Agustus 2016
Identitas

Identitas itu….

Ketika ada seorang bapak berjalan sambil membawa cangkul dan memakai capil. Sambil menikmati udara pagi yang sejuk, tidak tercampur polusi. Menyusuri rumah-rumah penduduk. Tak lama ada yang bertanya,” Mau pergi ke sawah Pak?” Identitas seorang petani. Bisa dikenali dari pakaiannya dan alat-alat yang dibawanya.

Identitas itu….

Ketika ada kumpulan remaja baru gede. Berjalan bersama-sama. Ada yang berkopiah, bersongkok, berbaju muslim, bersarung atau bercelana panjang. Pergi ke pasar untuk beberapa kebutuhan. Mampir di toko pakaian dan ditanya. “Nyantri di mana Mas?” Identitas seorang santri. Bisa dikenali dari pakaiannya dan ciri khas lainnya.

Ada cerita cukup menarik. Tarbiyah seorang bapak kepada anaknya yang cukup manis dan elok. Hari itu ada kajian dari seorang da’i kondang, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir –fakkallahu asroh- Karena tempat pengajian cukup dekat dan tak mau repot dengan penuhnya parkiran, si bapak tadi berinisiatif untuk berjalan kaki saja.

Si bapak sudah siap, penampilan rapi berbaju muslim. Si anak juga sudah siap dan berpenampilan sama. Tak lupa si bapak memerintahkan kepada si anak untuk membawa sebuah buku Islam yang hendak dikaji nanti. Mereka berdua berjalan santai. Tiba-tiba si anak berkata,”

“Pak bawakan bukunya.”

“Lha kenapa? Malu ya? Tak perlu malu anakku, coba lihat orang-orang Kristen sepulang dari gereja. Mereka yang minoritas saja tak malu menenteng Injil di tangan. Masa kita malu?”

Pelajaran yang dapat dipetik. Tak usah malu dengan identitas, terlebih identitas kemusliman kita.

Cerita lain yang luar biasa adalah dari seorang Suriah “pemegang bara api”. Ia yakin bertamasuk dengan dien yang diibaratkan seperti memegang bara api itu berhadiah jannah Allah. Bara api itu harus ia pegang terus, sekalipun tangannya melepuh dan terluka, namun ada hasil yang dicapai, bara api itu mati juga. Sambil berdoa kepada Allah agar dimasukkan jannah-Nya yang di bawahnya mengalir sungai-sungai.

Serdadu buas bin ganas bin menindas Bashar Al-Kalb memperlakukannya seperti sapi gelonggongan, ia “digelonggong” dengan ucapan hina dina,” Tidak ada sesembahan kecuali Bashar.” Semakin ditekan, semakin ia tunjukkan identitasnya,” Laa ilaaha illallah.”

Semoga Allah masukkan ia ke jannah-Nya, dan semoga Bashar Al-Kalb segera tertangkap oleh para mujahidin.

Identitas kita, we are moslems.

  • view 134