Mahal Tapi Menghemat

Faisal Amri
Karya Faisal Amri Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 10 Agustus 2016
Mahal Tapi Menghemat

Biasanya kalau mahal ya boros. Banyak uang yang harus dikeluarkan. Tapi yang satu ini mahal tapi menghemat. Menghemat pengeluaran. Coretan ini masih saudaranya coretan kemarin, tentang sandal gunung putri “teroris”. Tanda kutip dalam kata teroris, karena tak semua pihak mengamini gelar itu. Gelar yang cukup horor.

Kemarin sandal, sekarang tas. Tas merupakan kebutuhan yang urgen bagi hampir semua tingkat usia. Anak TK, SD, SMP, SMA, Mahasiswa, Guru, dsb, sangat “yahtaaj ilaa” barang yang satu ini. Sedikit selipan kosa kata Arab, yahtaaj ilaa berarti membutuhkan. Berhubung pencoret di sini sempat mengenyam bangku perkuliahan. Maka pencoret ingin berbagi sedikit tentang yang Mahal Tapi Hemat tadi. Untuk kampus yang pernah pencoret masuki sendiri, banyak dari mahasiswanya yang begitu jatuh cinta kepada merk-merk tas yang berbau gunung. Eiger, Rei, Consina, wa akhowaatuhaa. Sedikit selipan kosa kata Arab lagi, dalam matan Al- Ajurumiyyah ada bab Kaana wa akhowaatuhaa, yaitu bab Kaana dan saudari-saudarinya. Jadi arti wa akhowaatuha apa man-teman? Dan saudari-saudarinya. Yak tul-betul.

Merk-merk tadi memang tak murah harganya man-teman, kalau kita merogoh saku, mungkin empat saku akan kita rogoh semua, hehehe…. Tapi eits, ntar dulu. Meski harganya kadang kurang terjangkau ketika kanker sedang datang sowan. Tapi sebenarnya itu malah menghemat lho. Sedikit bercerita tentang tas kepunyaan. Tiga tahun lalu ane membeli sebuah tas, Rei merknya. Harganya 215 ribu. Angka 200-an ribu bukan sedikit, untuk anak pondok yang terkadang menyisakan uang jajannya untuk ditabung. Namun ane berani memilih tas ntu, karena justru bisa menghemat pengeluaran. 200 ribu bisa untuk tiga tahun lebih, karena Si Rei sekarang masih kuat, belum ada tanda-tanda akan rusak (benang jahitan mulai terburai, kain sobek, dan tanda-tanda rusak lainnya). Padahal bawaan yang dibawa Si Rei ini tidaklah ringan. Tiap kali berangkat ke Jakarta dan mudik ke Grabag, selalu ane jejali dengan pakaian-pakaian hingga tas itu full mengembang. Untuk kuliah buku yang dibawa tak ringan, bukunya gede-gede lebih berat dari buku paket SD atau SMP.

Untuk tas yang seharga 100-an namun dalam hitungan bulan langsung jebol, maka niat awal yang hendak menghemat karena harga lebih terjangkau. Menjadikan pengeluaran lebih menggelembung.

Ada ungkapan menarik di dalam meme. “Sekarang bidadari tak bersayap lagi, namun beransel.”

Yuk jomblower, jemput segera bidadari beranselmu. Cemungut!!!

Rabu, 7 Dzul Qo'dah 1437 H

 

  • view 181