Miniatur Persatuan

Faisal Amri
Karya Faisal Amri Kategori Agama
dipublikasikan 09 Agustus 2016
Miniatur Persatuan

Ini mungkin mirip sang induk, yang katanya input-nya dengan output-nya sama. Masuk berbaju biru, keluar juga berbaju biru. Masuk berbaju hijau, keluar juga berbaju hijau. Bukan mendoktrin harus sama tak ada beda. “Jika saya begini, maka kamu harus begini.” Mungkin untuk di desa ini hanya didapati satu-satunya di sini, syai’un wahiid. Putra sholat ‘ied hari ini, putri sholat ‘ied besok bersama pimpinan. Alhamdulillah, dibebaskan memilih yang “sreg” dan mantep di hati masing-masing.

Lingkungan heterogen yang kadang tidak seragam seperti ini, justru bisa melatih diri untuk lebih saling menghargai. Sebisa mungkin memberikan celah kepada saudaranya, kepada yang bercelana di bawah mata kaki misalnya. Sehingga tidak begitu ringan dalam mengatai," Oo.. itu yang sisa, dari mata kaki sampai bawah itu tempatnya di neraka.” Berhusnuzhon, mungkin celananya kedodoran sehingga turun sampai bawah mata kaki.

Begitu sebaliknya, yang bercelana panjang menjulur tadi juga tak mudah memvonis. Karena mereka-mereka ini tahu, tak mungkinlah yang digembleng ‘uluumud dien kok bom sana-bom sini, berslogan anta kapir-halal darahnya, dan sebangsanya.

Sungguh ini syai’un wahiid, bisa saling bergandengan tangan, merapatkan shof dan barisan, walau terkadang beda pandangan dan pemikiran. Karena sudah tertanam di hati mereka,” Kami semua adalah ahlus sunnah, nggak mau lah hanya masalah delapan dan dua puluh, kami jadi bermusuhan, tanpa salam tanpa kalaam. Nanti musuh Islam dan pendengki Islam tepuk-tepuk kegirangan, melihat kami gontok-gontokan.”

Lisan-lisan mereka bisa ditahan, tidak asal ceplos, dan tidak “sembrono” dalam mengatai Khowarij, Anjing-anjing Neraka, Murji’ah, Ahlul bid’ah, Irhabiy, Daesh,  Wahabi, de el el.

Min hunaa nabda’, dari miniatur persatuan ini kami memulai. Jika miniatur-miniatur yang lain saling berkumpul, dari penjuru lain, dari pelosok negeri yang lain. Maka tak terbayangkan bagaiman kuatnya kumpulan miniatur-miniatur persatuan. Seperti anak kecil bermain puzzle, mencari pelan-pelan secara teliti dan telaten. Sehingga puzzle tadi akan selesai sempurna dan muncul tulisan dari puzzle tadi,” Al-Islamu ya’lu wa la yu’la ‘alaihi, Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi dari Islam.”

  • view 184